Kemenhub: Tak Ada Larangan Bawa Laptop Atau HP ke Pesawat

April 3, 2017

Jakarta, penamerahputih.com – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan tidak ada larangan bagi penumpang untuk membawa barang elektronik seperti laptop atau HP handphone) ke kabin pesawat. Meskipun tetap bakal dilakukan pemeriksaan lebih ketat baik dengan X-Ray atau manual.

“Barang-barang elektronik bisa dibawa di kabin pesawat. Namun demikian, barang elektronik yang akan dibawa penumpang ke dalam pesawat terbang harus diperiksa dengan ketat. Pemeriksaan terhadap barang elektronik tersebut harus sudah dilakukan di dalam bandara sebelum penumpang naik ke dalam pesawat,” kata Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Agus Santoso melalui fanpage facebook Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.

Agus Santoso menegaskan, keamanan penerbangan merupakan satu kesatuan dengan keselamatan penerbangan. Untuk itu pengamanan terhadap barang-barang yang berpotensi dapat menganggu keselamatan penerbangan harus diperketat. Termasuk di antaranya barang elektronik yang akan dibawa ke dalam kabin pesawat.

Tindakan pengamanan yang lebih ketat sebelumnya sudah dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat, Kanada dan Inggris terhadap beberapa maskapai tertentu yang datang dari bandara di negara tertentu seperti Timur Tengah dan Turki. Dilakukan larangan membawa laptop (komputer jinjing) dan barang elektronik yang lebih besar dari telepon genggam (handphone) ke dalam kabin pesawat.

Namun sampai saat ini, menurut Agus, pemerintah Indonesia belum memiliki aturan mengenai larangan membawa laptop dan barang elektronik yang lebih besar dari telepon genggam (handphone) ke dalam kabin pesawat. “Untuk saat ini barang-barang elektronik tersebut boleh dibawa ke kabin namun harus dikeluarkan dari tas dan diperiksa melalui mesin X-Ray,” ujarnya.

Prosedur Pemeriksaan

Melalui akun Twitternya @djpu151, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menjelaskan, barang elektronik yang akan dibawa penumpang ke dalam pesawat terbang harus diperiksa dengan X-Ray dan manual. “Laptop dan barang elektronik lainnya dengan ukuran yang sama harus dikeluarkan dari tas/bagasi dan diperiksa melalui mesin X-Ray,” bunyi cuitan Ditjen Perhubungan Udara, Sabtu (1/4/2017).

Jika dalam pemeriksaan menggunakan mesin X-Ray masih membuat ragu operator, bakal dilakukan pemeriksaan manual.

Pemeriksaan barang elektronik secara manual akan dilakukan petugas dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Calon penumpang/pemilik barang harus menghidupkan perangkat elektronik; 2. Calon penumpang/pemilik barang elektronik akan diminta mengoperasikan perangkat elektronik; 3. Personel keamanan penerbangan akan mengawasi dan melihat hasil pemeriksaan dari perangkat tersebut.

“Jadi sekali lagi, TIDAK ADA larangan membawa laptop atau perangkat elektronik ke kabin pesawat. Pemeriksaanya saja yang lebih diperketat,” lanjutnya.

Secara terpisah Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui akun Twitter @kemenhub151, juga menegaskan tidak adanya larangan membawa laptop/HP ke kabin pesawat. Hal yang benar, mewajibkan penumpang yang membawa laptop dan barang elektronik lainnya untuk mengeluarkan benda-benda tersebut dari tas untuk diperiksa dengan X-Ray.

“Jangan kaget kalau di bandara nanti pemeriksaannya akan lebih ketat. Ini untuk keselamatan dan keamanan kita bersama,” tegas Kemenhub.

Untuk itu, Kemenhub mengimbau masyarakat yang menggunakan jasa angkutan udara agar mengusahakan untuk tiba di bandara jauh lebih awal, karena kemungkinan pemeriksaan tersebut akan sedikit memakan waktu.(istimewa)