Akhir 2018 Tol Surabaya – Pasuruan Kelar

April 4, 2017

PT Jasa Marga terus mengebut pengerjaan jalan tol Surabaya – Pasuruan ditargetkan akhir 2018, yaitu mulai ruas tol Gempol – Pasuruan tuntas selesai pertengahan tahun depan.

Direktur PT Jasa Marga Surabaya – Gempol, Teddy Rosady mengatakan, Jasa Marga telah mengoperasional tol pengganti Porong-Japanan. Dimana sebelumnya ruas jalur ini harus tengelam karena luapan lumpur lapindo.

Jalur tol pengganti ini, berada di tengah jalur arteri penghubung pintu Tol Porong dengan Pintu Japanan. Harapannya bisa langsung menghubungkan antara Surabaya hingga Pasuruan. Yang mana Japanan-Pasuruan sudah terhubung dengan tol lebih dahulu. “Dana sebesar Rp 1,5 trilliun disiapkan. Semuanya lancar, tak ada kendala di lahan dan kontruksinya pun telah siap,” ujarnya.

Diakuinya, bahwa perananan tol  Gempol – Pasuruan ini sangat penting. Mengingat jalan ini adalah jalur utama dengan kepadatan kendaraan paling besar. Sebab, tak hanya dilewati oleh kendaraan pribadi saja, tetapi juga angkutan logistik.  “Saat ini dalam sehari rata-rata ada 270 ribu kendaraan perhari. Dengan pemasukan sebesar Rp 1 milliar perhari. Rata-rata didominasi kendaraan pribadi,” ujarnya.

Sementara itu, untuk Tol Gempol-Pasuruan pada segmen satu yakni Bangil-Rembang telah resmi digunakan mulai Jumat. “Jalan tol ini baru 7,9 km. Total nanti akan ada sepanjang 34,19 km. Setelah ini akan ada lagi dalam waktu dekat juga akan dioperasikan, yakni Gempol-Bangil sepanjang 7 km,” kata Direktur Utama PT Trans Marga Agus Poernomo.

Agus optimistis, sisa pembangunan segmen satu dari Gempol – Rembang akan selesai sebelum Idul Fitri. Sebab saat ini progres pengerjaanya sudah sangat bagus. Tinggal segmen dua yang menghubungkan Rembang-Pasuruan 6,6 km masih progres lambat. Selanjutnya segmen tiga, dari Pasuruan-Grati sepanjang 13,65 km menunggu pembebasan lahan.

“Mudah-mudahan segmen dua bisa selesai akhir tahun 2018. Yang segmen tiga, kami minta bantuan Badan Pertanahan Nasional (BPN) agar turut membebaskan lahan. Sekarang masih kurang 67 persen lahan,” ujarnya.