Sambut Semarak Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-724

April 13, 2017

 Suka Cita Kota Buaya di Bulan Mei

Jangan berpikir dua kali untuk mengajak kerabat atau kawan agar datang ke Surabaya pada Mei 2017 ini. Sebab, Surabaya di bulan Mei adalah periode paling keren. Surabaya akan semarak dengan berbagai gelaran acara menarik yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk memeriahkan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-724.

Sepanjang Mei 2017 ini, sedikitnya ada enam acara utama yang digelar untuk mengajak masyarakat Surabaya bersuka cita. Ada Surabaya Health Season (SHS), Surabaya Shopping Festival (SSF), Surabaya Fashion Parade, Parade Budaya dan Bunga, Festival Rujak Uleg, Pasar Malam Tjap Toendjoengan dan acara lainnya. Menariknya, masyarakat tidak hanya akan jadi penonton. Tetapi juga bisa ikut memeriahkan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya, Widodo Suryantoro mengatakan, untuk menyemarakkan peringatan HJKS ke-724 yang diperingati pada 31 Mei mendatang, Pemkot Surabaya akan melibatkan semua komponen masyarakat. Intinya, semua acara digelar untuk masyarakat.

“Harapan kami, semua lapisan masyarakat bisa menikmati beberapa suguhan acara kegiatan kami. Baik yang diselenggarakan Pemkot maupun yang bekerja sama dengan pihak swasta. Semoga semua acara berlangsung semeriah mungkin sehingga kami bisa membuat warga senang di HJKS tahun ini,” terang Widodo Suryantoro.

Widodo menegaskan, Disbudpar telah berupaya agar serangkaian acara yang sudah disiapkan, bisa berjalan semarak. Salah satunya dengan melakukan sosialisasi acara sedini mungkin. Dia mencontohkan, untuk acara Parade Budaya dan Bunga yang digelar pada 7 Mei dengan start dari Tugu Pahlawan menuju Balai Kota, Disbudpar sudah menyampaikan ‘woro-woro’ sejak Februari lalu. Harapannya, acara tahunan yang disebut-sebut mirip dengan Festival Bunga Pasadena ini akan lebih semarak dengan lebih banyak peserta dan juga lebih banyak masyarakat yang ikut serta.

“Kami menginformasikan event-event nya jauh-jauh hari agar HJKS tahun ini bisa lebih semarak. Dan itu berdampak bagus. Misalnya untuk Parade Budaya dan Bunga, jumlah pesertanya tahun ini naik dua kali lipat dibanding tahun lalu. Acaranya juga akan digelar pagi hari agar ada lebih banyak masyarakat yang menyaksikannya,” sambung Widodo.

Selain itu, Disbudpar juga melakukan beberapa sentuhan baru agar acara yang rutin digelar tahunan ini tidak berlangsung begitu-begitu saja. Tetapi menjadi lebih segar dan kekinian. Salah satu sentuhan baru itu akan dilakukan di acara Festival Rujak Uleg yang akan digelar di sepanjang Jalan Kembang Jepun pada 14 Mei mendatang.

Widodo menjelaskan, bila sebelumnya, Festival Rujak Uleg digelar dengan konsep peserta yang berasal dari Perangkat Daerah Pemkot Surabaya, pihak rumah sakit, perhotelan dan juga kalangan media, memakai kostum yang unik bahkan nyeleneh untuk kemudian menguleg rujak di meja berderet panjang yang telah disiapkan panitia, tahun ini akan dibuat improvisasi.

“Tampilan Festival Rujak Uleg tahun ini akan berbeda. Kalau kemarin-kemarin kostum hanya dipakai saja, ini nanti akan ada semacam cat walk nya. Jadi kostum nya akan diparadekan. Kami juga mengundang tamu dari luar negeri dan mereka mengenakan pakaian khas dari negaranya. Semisal tamu dari Jepang akan mengenakan kimono,” sambung mantan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian ini.

Acara yang juga tidak kalah semarak adalah Surabaya Shopping Festival (SSF) yang akan digelar sebulan penuh, dari tanggal 1 Mei hingga 31 Mei. Agenda tahunan ini merupakan hasil kerja sama Pemkot dengan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI). Mal-mal di Surabaya yang tergabung di bawah APPBI akan menggelar pesta diskon. Tak hanya pesta diskon, juga akan ada undian grand prize bagi masyarakat yang telah berbelanja dengan sejumlah besaran nominal yang telah ditentukan. Jadi, para penggemar belanja alias shopaholic di seluruh tanah air, bisa datang ke Surabaya.

Juga ada agenda Surabaya Health Season (SHS) yang merupakan bulan diskon bagi layanan jasa kesehatan di Surabaya. Banyak rumah sakit swasta maupun plat merah, juga klinik dan laboratorium yang ikut meramaikan SHS dengan memberikan harga khusus selama berlangsungnya kegiatan ini.

Selain itu juga ada Pasar Malam Tjap Toendjoengan yang merupakan acara ikonik dan paling ditunggu masyarakat, utamanya warga Surabaya. Di Pasar Malam Tjap Toendjoengan yang akan digelar dari tanggal 3 Mei hingga 29 Mei 2017, masyarakat bisa menikmati aneka sajian kuliner khas Nusantara dan Surabaya. Dan yang menarik adalah adanya nuansa Suroboyo tempo doeloe dengan gubuk, bangku serta dekor unik pasar malam. Masyarakat juga akan dihibur dengan acara hiburan tradisional seperit ludruk, keroncong, tarian dan campur sari.

“Dengan berbagai agenda yang digelar, harapan kami semakin banyak wisatawan, utamanya dari mancanegara yang datang berkunjung ke Surabaya. Apalagi, Surabaya kini sudah jadi destinasi wisata dunia. Banyak wisatawan yang ingin berkunjung ke Surabaya untuk melihat taman-taman dan juga infrastruktur baru seperti Jembatan Suroboyo,” jelas Widodo.

Semarak peringatan HJKS ke-724 mendapat respons positif masyarakat. Salah satunya dari Pengurus Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). Ketua BPD PHRI Jatim, Herry Siswanto SH CN MH mengatakan, sebagai warga Surabaya, sudah seharusnya mendukung segala bentuk kegiatan dalam memperingati hari jadi Surabaya.

“Kami dari PHRI sangat mendukung sekali agenda-agenda yang telah disusun. Untuk memeriahkan HJKS ini, saya juga sampaikan dalam rapat-rapat BPD PHRI Jatim. Begitu juga saat meeting dengan Kementerian Luar Negeri, Kemenlu menyambut baik dan memiliki program rencana menemui pihak Pemkot untukmembicarakan event HUT Surabaya tahun depan,” ujarnya.

Nah, dengan berbagai acara menarik yang digelar Pemkot Surabaya, ayo datang ke Surabaya di bulan Mei ini. Tak perlu berpikir panjang untuk datang ke kota yang telah meraih banyak penghargaan ini. Ayo bersukacita bersama warga Surabaya menyambut datangnya bulan Mei. Bersukacita menyambut semaraknya perayaan Hari Jadi Kota Surabaya ke-724.(*)

Agenda Semarak HJKS ke-724

Surabaya Health Season (SHS), April-Mei 2017. Merupakan bulan diskon bagi layanan jasa kesehatan di Surabaya. Banyak rumah sakit, klinik dan laboratorium ikut berpartisipasi memberikan harga khusus selama berlangsungnya SHS.

Surabaya Shopping Festival (SSF), 1-31 Mei. Agenda ini hasil kerja sama Pemkot dengan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI). Mal-mal di Surabaya yang tergabung di bawah APPBI akan menggelar pesta diskon ingga 80 persen.

Surabaya Fashion Parade, 3-7 Mei 2017. Agenda ini merupakan surga bagi pecinta fashion. Desainer lokal maupun internasional terlibat. Tak hanya model-modle profesional, mocel-mocel cilik juga ikut meramaikan acara ini.

Parade Budaya dan Bunga, 7 Mei. Atraksi seni budaya dan rangkaian bunga akan diarak dengan di sepanjang jalan protokol dari Tugu Pahlawan menuju Balai Kota Surabaya.

Festival Rujak Uleg, 14 Mei 2017. Ribuan peserta dengan mengenakan kostum unik akan membuat rujak uleg serentak di sepanjang Jalan Kembang Jepun.

Pasar Malam Tjap Toendjoengan, 3-29 Mei 2017. Masyarakat bisa menikmati aneka sajian kuliner khas Nusantara dan Surabaya dengan nuansa Suroboyo tempo doeloe.