Pasar Ilegal Rugikan Pedagang Pasar Induk Osowilangun Surabaya

April 17, 2017

Surabaya, penameahputih.com – Masih adanya pasar induk ilegal di Surabaya berdampak terhadap para pedagang di  Pasar Induk Osowilangun (PIOS). Mereka mengadu ke Komisi B DPRD Surabaya, mendesak Pemerintah Kota Surabaya segera menutup beberapa pasar grosir illegal yang berada di beberapa tempat.

“Kami mengadukan kepada DPRD Surabaya untuk meminta keadilan menutup pasar-pasar grosir yang illegal itu,” kata Kadek Buana, salah satu pedagang PIOS, saat dengar pendapat dengan anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya, Senin (17/4/2017).

Menurut Kadek, pasar grosir illegal adalah pasar-pasar yang tidak mengantongi izin menjual grosir dan hanya mendapatkan izin menjual eceran. Namun kenyataan di lapangan, para pedagang juga menjual grosir sehingga melanggar Peraturan daerah karena tidak sesuai perizinannya.

“Saya minta peraturan daerahnya segera ditegakkan. Kalau izinnya eceran ya harus jual eceran. Kalau izinnya grosir maka harus jual grosir,” katanya.

Pasar grosir illegal ditemukan di beberapa tempat. Sebut saja Pasar Tanjungsari dan Dupak.

Sementara Trisila, pengelola PIOS, mendukung langkah para pedagang yang mengadu ke dewan. Pengelola PIOS sebagai patner pedagang mengetahui keresahan pedagang. Ia membenarkan ada beberapa pasar yang izinnya eceran, tapi malah menjual grosir. “Kami bawa file foto dan video yang membuktikan bahwa ada beberapa pasar sudah melakukan grosir,” katanya.

 

Ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya Mazlan Mansur meminta kepada perwakilan Dinas Perdagangan Pemkot Surabaya segera bertindak tegas menindaklanjuti keluhan para pedagang PIOS. Sebab kondisi tersebut sudah lama terjadi dan masih terkesan dibiarkan oleh Pemkot Surabaya.(istimewa)