Ini Dia Cara Murah Menjadi Cantik

Mei 1, 2017

Demo Eyelash Extension Treatment pada pembukaan outlet ke-18 Oriskin Clinic di Surabaya, Sabtu

Setiap wanita tanpa memandang strata sosial ataupun usia,  sudah menjadi kodratnya untuk selalu ingin tampil cantik. Kosmetik dan perawatan adalah salah satu cara untuk mewujudkan penampilan nan cantik.

Sayangnya tak semua wanita bisa meraih kesempatan itu karena mahalnya biaya kosmetik dan perawatan. Upaya sesekali perawatan yang dilakukan  tetap saja memberikan hasil tak maksimal.

Adalah Suprapto, CEO Oriskin Clinic yang berkeyakinan  bahwa ‘Beauty for everyone’. Setiap wanita memiliki kesempatan untuk menjadi cantik. “Saya ingin kecantikan menjadi milik semua orang,” katanya.

Ia pun kemudian menggagas konsep perawatan wajah menggunakan sistem membership atau keanggotaan pada Oriskin Clinic yang didirikan sejak 2,5 tahun lalu. Oriskin Clinic, sebuah klinik yang memadukan program kecantikan menyeluruh (intergrated ultimate beauty care) mulai perawatan kulit, tubuh, rambut hingga kuku.

Dan, melalui konsep keanggotaan tersebut, pelanggan bisa menggunakan produk berkualitas secara rutin dengan harga yang jauh lebih murah.

“Nah, karena harga mahal, banyak konsumen yang kemudian tidak bisa melakukan perawatan secara rutin. Padahal kalau perawatan  tidak rutin, hasilnya sebenarnya tidak ada. Seperti membuang garam di laut,” kata Suprato kepada penamerahputih.com, saat pembukaan outlet ke-18 Oriskin Clinic di Jalan Imam Bonjol, Surabaya, Sabtu (29/4/2017).

Suprapto merasa yakin bahwa gagasan membershipnya bakal diterima berbagai kalangan. Selama 2,5 tahun Oriskin Clinik sudah membuka 18 outlet di beberapa kota dengan jumlah member mencapai 2.000 anggota.

Bagaimana konsep membership untuk menciptakan beauty for everyone? Berapa biaya menjadi member dengan layanan rutin? Apa hal penting yang dijaga Suprapto dalam memutar roda bisnisnya? Berikut wawancaranya:

Suprapto, CEO Oriskin Clinic

Bisa Anda jelaskan soal program membership Oriskin?

Awalnya adalah jumlah pelanggan yang menggunakan produk Murad semakin banyak. Produk ini memang produk bagus yang sudah beredar di lebih 150 negara. Produk bagus ini,  selama ini hanya dijual di SOGO atau Metro, juga di beberapa klinik untuk kalangan menengah atas saja.

Kemudian kita melihat, kenapa koq tidak diperbanyak kliniknya supaya pemakai produk bagus itu lebih banyak dan bisa dinikmati secara luas.

Kemudian kita hitung-hitung bisnisnya, bagaimana supaya produk yang mahal itu bisa dipakai banyak orang. Jadi kita coba bagaimana agar produk-produk tersebut menjadi lebih murah. Ternyata jalan keluarnya bisa dengan sistem membership atau keanggotaan.

Apa keuntungan lain sistem membership selain harga lebih murah?

Nah, karena harga mahal, banyak konsumen yang kemudian tidak bisa melakukan fasial (perawatan) secara rutin. Padahal kalau fasial tidak rutin, hasilnya sebenarnya tidak ada. Seperti membuang garam di laut. Misalnya saya fasial sebulan sekali karena terbatas budjet, hal seperti itu sebenarnya tidak ada hasilnya. Apalagi kalau misalnya hanya dua bulan sekali.

Tidak bisa seperti itu karena kulit kita setiap saat semakin menua. Misalnya kulit kita ada flek, semakin lama pasti semakin membesar. Kalau kita terapi hanya sekali-sekali, pasti tidak akan ada hasilnya. Oleh sebab itu, saya membuat sistem membership yang bisa lebih murah.

Kenapa bisa lebih murah?

Sebab artinya Anda sebagai member bakal terikat dengan saya. Misalnya Anda akan rutin melakukan fasial enam bulan. Kita bisa berikan harga yang hitungannya jauh lebih murah. Dan itu pasti bakal ada hasilnya.

Apa sebenarnya latar belakang Anda?

Saya awalnya banyak bergerak di bisnis retail. Termasuk di bisnis kosmetik. Makanya saya kemudian punya ide seperti itu. Saya juga berpikir, pasti bisa bekerjasama dengan dokter untuk mewujudkannya.

Kenapa yakin gagasan Anda bakal sukses?

Sebab produknya memang bagus sekali dan sudah beredar di 150 negara. Produk murad ini juga cocok untuk orang Indonesia. Sebab untuk wilayah Asia Tenggara misalnya,  mereka membuat produk khusus untuk daerah tropis. Sebelum dilempar ke pasar, mereka lakukan uji dulu selama dua tahun. Produk itu dipakai dulu oleh 100 orang dan dilihat hasilnya. Jadi produk itu memang sudah teruji.

Kemudin saya berpikir bagaiamana agar konsumen bisa melakukan perawatan secara rutin. Kita juga punya dokter yang nanti memantau setiap konsumen. Dokter itulah yang memberi saran sebulan apakah tiga kali atau empat kali fasial.   Jadi tidak sembarangan memberi advise. Dipilihkan perawatan yang cocok bagi setiap member.

Berapa biaya fasial jika menjadi member?

Misalnya untuk terapi sebulan, hanya membutuhkan sekitar Rp 800 ribu, kan murah. Dulu, orang sekali fasial saja bisa Rp 600 ribu atau Rp 800 ribu.

Surabaya merupakan oulet ke-18, sebentar lagi Cirebon ke-19. Apa target Anda?

Kita mau bikin outlet sebanyak-banyaknya, tapi harus tetap jaga kualitas.  Kita tidak sampai dua tahun sudah punya 18 outlet. Artinya hampir setiap bulan kita buka satu outlet.

Jadi Anda  optimis bahwa keberadaan membership Oriskin bakal membantu wanita Indonesia menjadi cantik?

Kita mengincar market menengah yang sangat besar di negeri ini. Sedikit ke bawah bisa, ke atas juga bisa. Kita maunya tidak terlalu mahal untuk mengakomodir mereka yang budjetnya terbatas. Mereka yang budjetnya standar bisa tercover. Dan konsep membership ini, di Indonesia baru kita yang punya.

Apakah ada program diskon di Oriskin?

Lho, tanpa diskon pun kita sudah murah. Jadi sudah kita diskon terlebih dulu sebelum mengeluarkan harga. Hahaha…

Apa suka dan duka menjalankan program membership ini?

Hal yang penting kan tim kerja. Apalagi ini kerja memberi layanan atau servis. Bukan menjual barang. Kalau kita menjual jasa, yang terpenting adalah  SDM.  Kalau masalah SDM bisa kita jaga, peluang sukses terbuka lebar. Kuncinya ada di SDM.

Bisa diberi contoh pentingnya SDM?

Misalnya SDM kita salah memberi advise karena produk kita banyak. Misalnya seorang member cocok pakai produk jenis A tapi dikasih jenis C, nanti kan tidak ada hasilnya. Jadi kata kunci tidak hanya dokter, tapi semua tim kerja.

Bagaimana agar tim bisa memiliki kualifikasi standar dalam memberi layanan?

Kita beri pelatihan yang benar. Hal itu penting. Dan kita tanamkan kepada semua tim bahwa kita bekerja bukan hanya memikirkan uang. Sebab setiap member mau mengeluarkan uang, pasti mereka mengharapkan hasil sesuai harapan.

Saya selalu tekankan, kalau sampai ada member yang mengeluh tidak ada hasil, berarti kita gagal. Itu artinya kita menipu. Makanya saya punya kebijakan, kalau sampai ada member di daerah yang komplain tidak ada hasil, maka satu orang dari pusat harus turun.

Bagaimana jika konsep Anda dijiplak kompetitor?

Saya sederhana saja. Kalau kita ingin maju, kita harus selalu siap regenerasi. Kalau misal ada tenaga kerja kita yang sudah piawai kemudian keluar dan menduplikasi, kami tidak ada masalah. Tapi yang terpenting, saya berikan hal terbaik buat semua SDM. Agar mereka tidak berpikir untuk pindah-pindah.

Saya selalu bilang ke seluruh SDM, Kalian semua di sini pasti suatu saat  bakal menjadi tenaga ahli dan berpengalaman. Bisa saja kalian dibajak  orang lain dengan iming-iming gaji lebih besar. Tapi ingat, pikirkan jangka panjang. Jangan-jangan mereka nanti tak mampu mengelola manajemen dengan baik, sehingga hanya bertahan tiga atau enam bulan. Kan kasihan kalau seperti itu. Kami fair koq. Kami tidak ambil keuntungan besar. Kami bagi beri semua SDM penghasilan bagus.

Apa yang membuat Anda terus optimis bahwa bisnis Anda bakal sukses?   

Saya memang harus optimis. Misalnya di Surabaya, biaya parkir saja sudah Rp 5 ribu per hari. Kalau sebulan sudah sekitar Rp 150 ribu. Belum lagi buat pulsa juga sekitar Rp 150 ribu. Masa perempuan pekerja untuk kebutuhan fasial atau merawat wajah tidak berani keluarkan uang? Kan pasti mereka berupaya menjaga kecantikan wajah dan penampilannya.

Haruslah merawat diri. Kalau kita tidak merawat diri, bagaimana orang mau menghargai kita. Nah, bagaimana caranya agar mereka bisa cantik dengan produk dan layanan bagus dengan harga terjangkau. Saya menjalankan bisnis ini dengan keyakinan, setiap wanita yang bekerja, itu penghasilannya buat diri sendiri. Makanya mengeluarkan uang Rp 600 ribu hingga Rp 800 ribu per bulan masih bisa. Apalagi untuk merawat kecantikannya.  Saya ingin kecantikan menjadi milik semua orang.(haps)