Makan Keju Tak Meningkatkan Risiko Kematian Akibat Serangan Jantung dan Stroke

Mei 12, 2017

Jakarta, penamerahputih.com – Mengkonsumsi keju dan yogurt ternyata tidak menyebabkan peningkatan risiko kematian akibat penyakit jantung dan stroke. Para peneliti di Universitas Reading Inggris, tak menemukan korelasi antara jumlah keju dan yogurt yang dikonsumsi dengan risiko penyakit kardiovaskuler (cardio vascular disease – CVD).

Meskipun pada salah satu analisis menunjukkan, keju memang terkait dengan risiko CVD namun dalam skala yang sangat rendah.

Begitulah hasil penelitian yang dipublikasi dalam European Journal of Epidemiology. Para ilmuwan di Institute for Food, Nutrition and Health (IFNH), Universitas Reading menganalisis 29 penelitian yang menggunakan data kesehatan hampir 1 juta orang dan data 93.000 kematian.

Tim peneliti berfokus pada tingkat konsumsi terhadap produk olahan dari susu, serta hubungannya dengan tingkat risiko CVD, penyakit jantung koroner (PJK) dan kematian. Analisis menggunakan data 938.465 orang, 93.158 kematian, 28.419 kasus PJK, serta 25.416 kasus CVD.

Hasil penelitian menunjukkan, tidak ada hubungan antara diet tinggi terhadap produk olahan susu dengan risiko PJK, CVD, atau kematian. Meta-analisis yang menggabungkan data dari 29 penelitian menunjukkan, tidak ada hubungan antara jumlah konsumsi susu sapi berkadar lemak tinggi atau rendah, menjadi penyebab kematian, penyakit jantung koroner, atau CVD.

Analisis lebih lanjut terhadap keju dan yogurt yang difermentasi, memang menunjukkan keju memiliki risiko rendah, yakni dua persen per 10 g/hari bagi penyakit CVD. Tapi hal ini tidak berlaku untuk yogurt.

“Analisis terbaru ini menunjukkan bahwa banyak mengonsumsi produk olahan susu tidak merusak kesehatan,” kata Jing Guo, salah satu anggota tim.

Masih menurut Jing Guo, penelitian juga telah menunjukkan adanya hubungan yang netral antara susu dan produk olahannya dengan risiko penyakit jantung. Bahkan menunjukkan beberapa indikasi menguntungkan dari susu fermentasi terhadap kesehatan jantung. “Walaupun penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi hal ini” katanya.

Sementara menurut Julie Lovegrove, anggota tim lainnya, penelitian ini mendukung temuan sebelumnya, bahwa makanan olahan dari susu sapi, seperti keju dan yogurt dapat menjadi bagian dari makanan seimbang dan sehat. Juga bagus untuk diet.(bim)