Stroke Bukan Akhir Kehidupan, Simak Mark Moore yang Sembuh Total

Mei 17, 2017

 

Mark Moore berhasil sembuh total dari dua kali serangan stroke.(afro.com)

Jakarta, penamerahputih.com – Mengidap stroke bukan berarti akhir dari segalanya. Masih ada kesempatan untuk sembuh dan menjalani  kesempatan hidup kedua. Apa yang dialami Mark Moore (56), warga McLean- Virginia Amerika Serikat , bisa menginspirasi penderita stroke.

Kini, Mark Moore menjadi duta untuk American Heart Association. Dia mengabdikannya dirinya untuk membantu para penderita stroke agar sehat dan pulih seperti dirinya. Mark telah merasakan hancurnya kehidupan setelah mendapat dua kali serangan stroke di usia 46 tahun.

Pada 2007, Mark Moore adalah pengusaha sukses yang memiliki perusahaan bernama Segovia Inc. Perusahaan yang menjual layanan IP global kepada Departemen Pertahanan AS yang didirikan Mark dengan temannya pada tahun 2002.

Mark menikah dengan Brenda dan memilik dua anak. Dia merasa kehidupannya sangat baik. Dia memiliki status sosial dan menjalani hidup sehat bersama keluarganya. Dia mengonsumsi menu sehat, berolah raga teratur, tidak merokok atau minum, serta memiliki tekanan darah dan tingkat kolesterol yang baik. Namun fakta bahwa dirinya ternyata bisa terkena serangan pembekuan darah yang menyebabkan dua kali stroke di tahun 2007 benar-benar mengejutkan Mark dan keluarganya.

Mark mengalami serangan menjelang Hari Ibu di Amerika Serikat yang dirayakan pada minggu kedua bulan Mei. Mark yang sedang melatih tim bisbol anaknya tiba-tiba merasakan sesuatu yang tidak beres.  Saat berkendara pulang ke rumah bersama anaknya, Mark memutuskan menghentikan  mobil karena rasa sakit di kepala yang dirasakannya semakin memburuk.

Dia pun menelepon isteri yang enyarankannya untuk segera memanggil ambulan. Hasil pemeriksaan dokter di rumah sakit, memastikan bahwa Mark terkena stroke. Bahkan dua hari kemudian, Mark mengalami stroke kedua. Guna mengurangi tekanan pada otaknya, dokter harus mengeluarkan sepotong kecil tengkorak Mark. Dokter pun memasukkannya ke kondisi koma selama enam minggu untuk mengurangi pembengkakan dan mengistirahatkan otaknya.

Dukungan Orang Dekat

Selama Mark dalam kondisi koma buatan, Brenda setiap malam selalu berada di sisinya. Saat Mark terbangun, Brenda pun menceritakan apa yang telah terjadi. “Dia berkata, kamu telah mengalami dua stroke dan kamu harus menjalani proses penyembuhan ke depan,” kata Mark kepada American Stroke Connection – American Heart Association.

“Tentu itu sebuah kejutan yang menakutkan. Dan reaksi awal saya adalah saya tidak mau  menderita seperti ini,” lanjutnya.

Namun setelah itu, Mark memutuskan pada dirinya sendiri untuk tetap kuat.  “Saya berkata pada diri sendiri, Tuhan pasti mengerti bahwa saya bisa menghadapi ini dan saya pasti bisa melewatinya. Itulah momentum yang terjadi di saat saya mulai menyerah dan ternyata segalanya memang berubah,” kata Mark.

Dengan keyakinan bahwa hanya dirinya yang bisa membuat sembuh, Mark menjalani terapi fisik intensif empat hari dalam seminggu, selama dua bulan. Dengan dukungan dari isteri yang setia menemaninya menjalani terapi, kemajuan fisik pun mulai terlihat. Ternyata dukungan dari keluarga dan teman-teman memberinya kekuatan untuk pulih.

Terdorong untuk bisa kembali ke kondisi normal, Mark pun kemudian menetapkan target untuk bisa berlari sejauh 5 kilometer tepat setahun setelah menderita stroke.

Begitulah, sekitar buklan Agustus-September 2007, Mark bisa kembali ke perusahaannya sebagai direktur utama.  Dan benar saja, tepat setahun setelah menderita stroke, Mark sanggup berlari sejauh 5 kilometer dalam waktu 36 menit.

Pada usia 49, Mark memutuskan pensiun setelah dia dan rekan bisnisnya menjual perusahaan mereka. Sejak saat itu, Mark dan istrinya mengabdikan hidup untuk melayani orang lain dan fokus pada perawatan kesehatan, pendidikan, budaya, dan agama.

Mark dan Brenda pun mendirikan ‘Mark and Brenda Moore Family Foundation’.  “Saya sadar saya tidak sembuh sendiri,” kata Mark kepada Stroke Connection.

Mark baru saja menulis buku memoar berjudul “A Stroke of Faith”. Mark dan Brenda Moore pun menjadi bagian dari program American Emerson Association of American Heart Association/American Stroke Association.

Berdasarkan pengalamannya, Mark memberi saran terbaik bagi para penderita stroke agar mendapat dukungan dari orang-orang dekatnya agar pulih secara emosional dan mental. “Jangan mencoba melakukannya sendiri. Keluarga dan teman-teman telah berperan penting dalam pemulihan saya dan kembali ke kehidupan normal, ” ujarnya.(bim)