Usia Setahun, Startup Gadjian Luncurkan Aplikasi ‘Hadirr’

Mei 25, 2017

Startup Gadjian bekerjasama dengan Telkomsel.

Jakarta, penamerahputih.com – Startup pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) Gadjian.com meluncurkan aplikasi absensi berbasis mobile bernama ‘Hadirr’ tepat setahun usianya. Sebuah aplikasi yang memungkinkan karyawan mencatat kehadiran kerja di berbagai lokasi yang disetujui atasan atau admin HRD.

“Pencatatan dan pengelolaan absensi menjadi masalah yang pelik bagi banyak perusahaan di Indonesia yang karyawannya tersebar di berbagai tempat.  Jika dikelola secara manual, pencatatan absensi memakan banyak waktu dan rentan human error, sehingga merugikan perusahaan maupun karyawan. Untuk menjawab masalah itulah kami meluncurkan Hadirr,” kata Afia R Afriati, co-founder dan CEO Gajian.com saat peluncuran ‘Hadirr’, Selasa (23/5/2017).

Melalui ‘Hadirr’, jam lembur dan klaim uang jalan (reimbursement) juga dapat dikelola secara langsung. Fitur-fitur ini diharapkan memudahkan pengelolaan karyawan di perusahaan yang memiliki banyak kantor cabang, karyawan dengan  mobilitas tinggi, atau bekerja jarak jauh (remote).

‘Hadirr’ telah diujicoba di beberapa perusahaan. Salah satunya, perusahaan penyedia jasa dengan jumlah karyawan sekitar 10 ribu orang.

Harga yang ditawarkan oleh Gadjian, menurut Afia, terhitung masuk akal bagi pelaku bisnis UMKM. Untuk paket basic, harganya Rp 12.500 per karyawan per bulan. Sedangkan paket premium, harganya Rp 20.000 per karyawan per bulan.

“Jika sebuah UMKM memiliki 50 karyawan dan mereka memilih paket premium, maka biaya yang harus dikeluarkan per bulannya untuk urusan pegawai hanya Rp 1 juta. Lebih murah dibandingkan mereka harus merekrut seorang karyawan untuk urusan HR yang minimal bergaji UMR Rp 3 juta lebih,” lanjutnya.

Guna mendukung dan memperluas pasar aplikasinya, Gadjian.com bekerjasama dengan Telkomsel. “Kami menggandeng Telkomsel lewat program ‘Instant Office’. Telkomsel menawarkan paket bundling konektivitas internet, sekaligus aplikasi-aplikasi inti pengelolaan bisnis, termasuk Gadjian untuk mengelola administrasi SDM dan penggajian,” kata Afia.

Saat ini, user atau UMKM yang telah menggunakan aplikasi Gadjian sudah mencapai 150 perusahaan yang bergerak di industri konsultan, TI (Teknologi Informasi) dan kuliner. “Adapun pertumbuhan user tiap bulannya mencapai dua digit dan pertumbuhan revenue-nya mencapai tiga digit tiap bulannya,” ujarnya.(han)