Sukses di Pasar Pelumas Otomotif, Evalube Bidik Pasar Pelumas Industri

Juli 21, 2017

 

Suhariyanto (PT Sarana Lubritama Semesta), Halomoan Silalahi (Third Party Manager PT WGI), Stefanus Harlim (GM Commercial Industry and Technical Support PT WGI)) dan Sapta Ridha (Salles Commercial Industry Manager PT WGI).

Surabaya, penamaerahputih.com – Produsen pelumas Evalube, PT Wiraswasta Gemilang Indonesia (WGI),  mulai membidik pasar pelumas industri setelah sukses di pasar pelumas otomotif. Salah satu strateginya, membidik kawasan Indonesia Timur dengan membuka lima cabang distribusi di tahun 2017.

“Saat ini pembangunan di wilayah Indonesia Timur sedang digalakkan. Dampaknya, banyak peralatan yang dipakai.  Mulai dari alat berat hingga mesin terkait lainnya.  Misalnya di proyek powerplant, pasti ada mesin turbin,  genset pembangkit  yang pastinya perlu minyak pelumas,” kata Stefanus Harlim, General Manager Commercial Industri PT WGI,  di pameran Surabaya Manufacturing 2017, di mal Grand City, Surabaya, Kamis (20/7/2017).

Masih menurut Stefanus, selain sektor pabrikan umum, PT WGI juga bersiap memaksimalkan pasar di sektor pertambangan, pembangkit listrik dan konstruksi. “Saat ini,  kebutuhan mesin dan alat berat yang memerlukan pelumas juga mulai bangkit. Salah satunya di sektor pertambangan,” katanya.

Wajar jika kemudian WGI juga semakin agresif memproduksi dan memasarkan minyak pelumas dengan beberapa brand baru yang terkait dengan kebutuhan mesin-mesin industri tersebut.

Saat ini, penjualan pelumas otomotif dibanding pelumas industri adalah 70 persen berbanding 30 persen. “Untuk tahun 2017, kami menargetkan pertumbuhan penjualan pelumas mesin industri naik menjadi 50 persen. Sementara hingga semester I, pertumbuhan mencapai 30 persen – 35 persen,” ujarnya.

Selain membuka lima cabang di Indonesia Timur, PT WGI juga gencar mengikuti berbagai pameran industri guna memperkenalkan produk dan menambah relasi baru di pasar. “Tujuan PT WGI ikut serta dalam pameran ini adalah membuka peluang bisnis dan kerjasama baru dengan pelaku-pelaku industri lainnya,” kata Stefanus. (sha)