KRI Nagapasa, Siluman Air Pertama dari Tiga Kapal Selam Seharga Rp 14,5 Triliun

Agustus 7, 2017

KRI Nagapasa-403, kapal selam terbaru milik TNI AL produksi Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering. (dok DSME)

Jakarta, penamerahputih.com – Menhan Ryamizard Ryacudu baru saja meresmikan kapal selam KRI Nagapasa-403 milik TNI AL, di  Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME), Busan, Korsel. Kapal selam bertipe DSME 209/1400 itu merupakan produksi pertama dari tiga kapal selam seharga US$ 1,1 miliar atau sekitar Rp 14,5 triliun.

Menhan Ryamizard meresmikan Nagapasa di galangan milik DSME selaku produsen Nagapasa, di Busan, Gyeongsang, Korsel, Rabu (2/8/2017). Menhan didampingi Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi dan Dubes Indonesia untuk Korsel Umar Hadi.

Menurut Ryamizard, Nagapasa adalah nama senjata maha dahsyat milik tokoh pewayangan Indrajit.  “Diharapkan kapal selam KRI Nagapasa-403 dapat melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai senjata andalan armada TNI Angkatan Laut,” kata Ryamizard.

Nagapasa tipe 209/1400 yang oleh produsennya DSME disebut Changbogo Class, memiliki daya jelajah 18.520 km dengan 41 awak. Nagapasa memiliki bobot 1.280 ton saat naik ke permukaan dan berbobot 1.400 ton saat menyelam,

Memiliki panjang 61,2 meter dan lebar 6,25 meter, Nagapasa mampu melaju dengan dukungan empat mesin diesel berjenis MTU 12V493. Kecepatan  maksimum 21,5 knots saat menyelam dan 11 knots di permukaan.

Sementara untuk persenjataan, DSME 209/1400 memiliki sistem persenjataan terbaru dan sistem pengoperasian yang paling mutakhir. Dilengkapi peluru kendali antikapal permukaan, serta memiliki peluncur torpedo 533 mm dengan fasilitas delapan tabung peluncur. Juga dirancang mampu men-deploy ranjau laut,. Termasuk memiliki teknologi 3D Steering And Submarine Control dari Raytheon Anschütz.

Transfer Teknologi ke PT PAL

Menhan Ryamizrd Ryacudu, KSAL Laksamana TNI Ade Supandi dan Dubes Indonesia untuk Korsel Umar Hadi saat meresmikan KRI Nagapasa-403. (Puspen TNI)

KRI Nagapasa-403 tak lain produksi pertama dari kontrak senilai US$ 1,1 miliar atau sekitar Rp 14,5 triliun yang ditandatangani Kementerian Pertahanan dan DSME pada Desember 2011. Pemerintah Indonesia bakal menerima tiga kapal selam jenis 209/1400.

Oleh karena perjanjian tersebut terdapat klausul transfer teknologi, maka DSME hanya akan membuat dua kapal selam awal di Korsel, sementara kapal ketiga akan dibuat di PT PAL dengan supervisi pihak DSME. Kapal selam kedua saat ini sedang dalam pengerjaan.

Sejatinya, Nagapasa-403 telah selesai diproduksi sejak 24 Maret 2016. Setelah itu memasuki masa uji coba, sekaligus pelatihan bagi calon awak kapal selam. Pasca uji coba, dilakukan berbagai modifikasi untuk menambah kecanggihan siluman laut ini.

Pada 11 Agustus mendatang, Nagapasa-403 bertolak ke Indonesia dengan komandan Letkol Laut Harry Setyawan dan 40 awak lainnya. “Perjalanan selama 17 hari. Tiba 28 Agustus di Surabaya,” kata KSAL Laksamana TNI Ade Supandi di Korea Selatan, Rabu (2/8/2017).

Saat ini, TNI AL memiliki dua kapal selam yakni KRI Cakra-401 dan KRI Nanggala-402. Kedatangan KRI Nagapasa-403 – serta nantinya tambahan dua kapal selam sejenis– bakal memperkuat alusista TNI. Selain itu juga mendukung impian Indonesia menjadi poros maritim dunia.(bhimo)