Mengapa Presiden Korsel Lebih Mementingkan Menhan Ryamizard dibanding Presiden Trump?

Agustus 11, 2017

KSAL Laksamana TNI Ade Supandi, Presiden Korsel Moon Jae-In dan Menhan Ryamizard Ryacudu usai pertemuan di Pangkalan Angkatan Laut Jinhae. (www.korea.net)

Jakarta, penamerahputih.com – Presiden Korea Selatan Moon Jae-In baru saja dikritik habis para politisi konservatif di Korsel. Presiden Moon dinilai lebih mementingkan bertemu Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu dibanding membahas uji coba rudal balistik milik Korea Utara dengan Presiden AS Donald Trump.

Memang seperti itulah faktanya. Presiden Moon bahkan rela liburan musim panasnya sedikit ‘terganggu’ demi menemui Menhan Ryamizard yang datang ke Korsel. Pertemuan antara keduanya dilakukan di Pangkalan Angkatan Laut Jinhae, di Provinsi Gyeongsangnam-do, pada Rabu (2/8/2017).

Menhan Ryamizard memang datang ke Korsel untuk meresmikan penggunaan kapal selam KRI Nagapasa-403 yang diproduksi  oleh Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME) di Busan, pada hari yang sama. KRI Nagapasa-403 merupakan satu dari tiga kapal selam tipe Changbogo Class 209/1400 yang total berharga Rp 14,5 triliun.

Baca: KRI Nagapasa, Siluman Air Pertama dari Tiga Kapal Selam Seharga Rp 14,5 Triliun

Menurut pihak Istana Kepresidenan Korsel atau Cheong Wa Dae, Presiden Moon menemui Menhan Ryamizard karena Indonesia merupakan mitra yang sangat penting untuk ekspor senjata Korsel.

“Indonesia adalah pembeli terbesar produk pertahanan Korea dan kami berencana untuk meningkatkan hubungan kami ke tingkat strategis,” kata salah seorang pejabat di Cheong Wa Dae.

Sejatinya beberapa waktu sebelum menemui Menhan Ryamizard, Presiden Moon memang telah menolak berbicara melalui telepon dengan Presiden Donald Trump terkait  uji coba rudal balistik Korea Utara yang konon kekuatannya bisa mencapai daratan AS. Presiden Moon baru bersedia berbicara dengan Trump setelah masa liburannya selesai.

Selain menghubungi Presiden Moon, Presiden Trump ternyata juga menelepon Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, pada Senin (31/7/2017). Mereka membahas uji coba rudal balistik yang dilakukan Korea Utara.

Mengenai penolakan Presiden Moon terhadap telepon Presiden Trump, pihak Istana Cheong Wa Dae berkilah bahwa pembicaraan antara dua negara harus ada agenda terlebih dulu. “Pertukaran telepon akan berlangsung pada waktu yang tepat untuk kedua negara begitu agenda telah dinegosiasikan,” kata pejabat di Cheong Wa Dae.

Presiden Moon Tawarkan Pesawat Tempur

Suasana pembicaraan Menhan Ryamizrd dengan Presiden Korsel Moon Jae-In. (www.korea,net)

Pertemuan antara Presiden Moon dengan Menhan Ryamizard di Pangkalan Angkatan Laut Jinhae, berlangsung penuh persahabatan. Presiden Moon mengatakan kepada Ryamizard bahwa kerjasama Korsel dan Indonesia selama ini telah diperluas ke industri persenjataan.

“Dan saya harap ini dapat berkontribusi untuk meningkatkan kemampuan pertahanan kedua negara,” kata Presiden Moon.

Masih menurut Presiden Moon, Indonesia merupakan negara pertama yang mengintegrasikan kapal selam buatan Korsel ke dalam alat utama sistem pertahanannya. Oleh sebab itulah, Presiden Moon juga menawarkan pesawat tempur terbaru produksi Korsel.

Senada dengan Presiden Moon, Menhan Ryamizard juga menganggap pertemuan tersebut sangat signifikan. Dia juga berharap kedua negara bisa melanjutkan kerja sama bilateral di sektor pertahanan. “Apalagi didukung oleh sejarah panjang kerja sama bilateral antara Indonesia dan Korsel untuk industri pertahanan,” kata Ryamizard.

KRI Nagapasa-403, kapal selam terbaru milik TNI AL buatan Korsel.

Setelah diresmikan Menhan di galangan milik Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME), kapal selam KRI Nagapasa-403 bertolak ke pangkalan utamanya di Surabaya. Nagapasa yang memiliki daya jelajah 18.520 km dengan 41 awak, berbobot 1.280 ton saat naik ke permukaan dan 1.400 ton saat menyelam.

KRI Nagapasa-403 yang juga dijuluki Siluman Air memiliki panjang 61,2 meter dan lebar 6,25 meter, mampu melaju dengan kecepatan  maksimum 21,5 knots saat menyelam dan 11 knots di permukaan.

Sementara untuk sistem persenjataan, Nagapasa memiliki sistem persenjataan terbaru dan sistem pengoperasian yang paling mutakhir. Dilengkapi peluru kendali antikapal permukaan, serta memiliki peluncur torpedo 533 mm dengan fasilitas delapan tabung peluncur. Juga dirancang mampu men-deploy ranjau laut,. Termasuk memiliki teknologi 3D Steering And Submarine Control dari Raytheon Anschütz.

Lalu bagaimana urusan telepon antara Presiden Moon dengan Presiden AS Donald Trump?

Sesuai janjinya bakal berbicara pasca liburan, Presiden Moon akhirnya melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Presiden Trump selama 4  jam, pada hari Senin(7/8/2017). Begitulah, bertemu Menhan RI agaknya memang lebih penting bagi Moon Jae-In yang baru dilantik menjadi presiden Korsel pada Mei lalu.(bhimo)