Puspa Agro Segera Gelar Lelang Komoditas Pertanian

Oktober 20, 2017

 

Proses lelang produk agro dan pertanian di PT Puspa Agro. (dok Puspa Agro)

Sidoarjo, penamerahputih.com – Pasar lelang berbagai komoditas pertanian bakal digelar PT Puspa Agro pada Selasa (24/10/2017). Pasar lelang yang digelar rutin bulanan itu bertujuan mempertemukan petani dan calon pembeli agar kedua pihak mendapatkan nilai tambah.

Petani bakal diuntungkan karena mempercepat penjualan hasil panen dengan harga yang adil dan bagus. Sementara pembeli bisa mendapatkan produk berkulitas bagus dengan harga relatif murah.

“Pasar lelang mampu mendongkrak daya serap hasil panen petani dan meningkatkan pendapatan mereka. Juga merupakan salah satu sarana membantu bertemunya penjual dan pembeli, serta mempercepat pemasaran hasil panen petani,” kata Abdullah Muchibuddin, Direktur Utama PT Puspa Agro, di kantornya, Jumat (20/10/2017).

Pasar lelang Oktober bakal dilaksanakan di Hall Gedung Tani, komplek Puspa Agro, Jalan Sawunggaling 177-183, Jemundo, Taman, Sidoarjo. Mulai 09.00 WIB. Lelang akan mentransaksikan seluruh komoditas berbasis agro atau pertanian, termasuk komoditas peternakan dan perikanan.

Kegiatan pasar lelang bulanan yang dilakukan dengan sistem forward merupakan wujud komitmen manajemen PT Puspa Agro untuk meningkatkan peran ekonominya dalam mengembangkan bisnis sektor agro di Jatim. Tujuanya meningkatkan nilai tambah bagi petani, peternak, dan petambak atau nelayan.

Baca: Puspa Agro, Jujugan Studi Banding Pasar Induk Berbagai Pemprov dan Pemda

Oleh sebab itu, kegiatan pasar lelang elalu dihadiri para petani atau kelompok tani, juga para pebisnis agro maupun pabrikan. Guna menghindari gagal serah dan gagal bayar, panitia lelang melibatkan Bank Jatim sebagai bank garansi atas transaksi yang disepakati antara penjual dan pembeli dalam proses lelang.

Pada September 2017, lelang di Puspa Agro membukukan transaksi Rp 5,96 miliar. Komoditas bawang merah mendominasi transaksi dengan nilai Rp 3 miliar atau 50,32% dengan volume 200 ton. Diikuti komoditas mangga senilai Rp 1,8 miliar atau 30,19% dengan volume 300 ton.

Beberapa komoditas lain adalah jagung Rp 400 juta dengan volume 100 ton, atau rumput laut Rp 450 juta dengan volume 50 ton. Selanjutnya kacang tanah, lengkuas dan janggel.

“Sebenarnya potensi nilai transaksi lelang masih bisa lebih besar lagi. Hanya saja, pada lelang bulan lalu, jumlah calon pembeli jauh lebih banyak dibanding komoditas yang dilelang,” kata Muchibuddin sembari berharap proses lelang bakal terus dimanfaatkan secara optimal oleh para petani dan pelaku bisnis agro.(*)