Suhu Politik Cukup Tinggi, Pilkada Jatim Dapat Perhatian Khusus

November 1, 2017

Saifullah Yusuf (Wagub Jatim) dan Abdullah Azwar Anas (Bupati Banyuwangi) berpasangan mengikuti Pilkada Jatim 2018. (humas Pemkab Banyuwangi)

Jakarta, pmp – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto menyatakan pemerintah pusat menaruh perhatian khusus pada empat provinsi yang akan melaksanakan Pilkada tahun depan karena suhu politik cukup tinggi. Pilkada Jatim salah satunya.

“Sejauh ini pemerintah melihat ada beberapa wilayah yang dinilai masih cukup tinggi suhu politiknya, seperti Papua, Jawa Barat, Jawa Timur dan Sulawesi Barat,” kata Wiranto, usai rapat mendadak terkait persiapan Pilkada dan tingkat kerawanan di sejumlah provinsi, di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, pada Rabu (1/11/2017).

Hadir dalam rapat Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly, juga Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Menurut Wiranto, meski suhu politik cukup tinggi, namun masih pada batas yang dapat dinetralisir dan belum dikategorikan ekstrem. “Mudah-mudahan tidak ke sana. Maka kita terus melakukan rapat koordinasi untuk terus mencoba mengendalikan kondisi di lapangan supaya tetap kondusif,” katanya.

Pakde Karwo Dukung Khofifah

Sejauh ini, kandidat cagub-cawagub yang telah resmi maju di Pilkada Jatim adalah pasangan Saifullah Yusuf (Wakil Gubernur Jatim) dan Abdullah Azwar Anas (Bupati Banyuwangi) yang didukung PDI Perjuangan dan PKB.

Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PDI Perjuangan, telah mengeluarkan surat rekomendasi partai banteng untuk mendukung pasangan Saifullah Yusuf dan Abdullah Azwar Anas, pada Minggu (15/10/2017).

“Pencalonan kami berdua menunjukkan bagaimana Ibu Megawati begitu dekat dengan Islam, betapa Bu Mega menerima dengan senang hati saran para kiai,” kata Gus Ipul, panggilan akrab Saifullah, melalui keterangan tertulisnya, pada Selasa (31/10/2017).

Sementara itu Khofifah Indar Parawansa yang menjadi kandidat terberat penantang Gus Ipul menjadi gubernur, menyatakan masih menunggu petunjuk kiai untuk menetapkan pasangan sekaligus mendeklarasikan diri maju di Pilkada Jatim.

“Saat ini sedang diproses, seperti hasil survei yang akan dilaporkan ke forum kiai pada 5 November mendatang. Setelah dilaporkan, kami akan komunikasikan ke partai pengusung,” kata Khofifah, di Armatim Surabaya, Rabu (1/11/2017).

Tanda-tanda pertarungan bakal sengit dan suhu politik berpotensi meninggi mulai terasa ketika Soekarwo, Gubernur Jatim yang juga Ketua DPD Partai Demokrat, memastikan partainya bakal mengusung Khofifah. Padahal, Soekarwo selama dua periode ini berpasangan dengan Gus Ipul sebagai gubernur dan wagub. Keduanya juga bergandengan melawan Khofifah di dua Pilkada Jatim sebelumnya.

“Iya benar, partai sudah memutuskan untuk mengusung Bu Khofifah di Pilkada mendatang,” ujar Soekarwo, di Surabaya, pada Selasa (31/10/2017).

Menurut Pakde Karwo, panggilan akrabnya, keputusan tersebut sudah melalui mekanisme internal partai, termasuk pembahasan di tingkat majelis tinggi DPP Partai Demokrat di Jakarta. Dua partai lain yang sudah menyatakan mendukung Khofifah adalah Golkar dan Nasdem. (bhimo)