Katarak Gratis Kembali Digelar Sido Muncul di Kulon Progo

November 10, 2017

 

(Ki-Ka) Kasi Penanggulangan Katarak di Yogyakarta Prof. dr. Suhardjo, SU, Sp.M, Wakil Direktur Pelayanan Medis RSUD Wates dr Johanes Witarto dan Media Relations Manager Sido Muncul Sri Wahyuni

Yogyakarta, PMP – Tolak Angin Sido Muncul bekerjasama dengan RSUD Wates dan Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI)  Yogyakarta kembali adakan operasi katarak gratis untuk 50 mata, di Poliklinik Mata RSUD Wates, Kulon Progo.

Acara operasi katarak gratis ini diawali dengan seremoni dan pemutaran video baksos katarak, serta penyerahan bantuan secara simbolis.

Kegiatan baksos yang digelar hari Minggu (15/10) ini  dihadiri oleh Bupati Kulon Progo dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K), Wakil Direktur Pelayanan Medis RSUD Wates dr Johanes Witarto, Kepala Seksi Penanggulangan Katarak di Yogyakarta Prof. dr. Suhardjo, SU, Sp.M, dan Media Relations Manager PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk Sri Wahyuni.

Pelaksanaan baksos operasi katarak ini merupakan kelanjutan dari penandatanganan kerjasama antara Tolak Angin Sido Muncul dengan PERDAMI Yogyakarta untuk 350 mata di tahun 2017.

Secara terpisah Direktur PT Sido Muncul, Tbk Irwan Hidayat mengharapkan dengan adanya operasi katarak gratis ini dapat mengurangi angka penderita katarak, khususnya di Kulon Progo dan sekitarnya.

“Melalui kegiatan ini kami berharap  masyarakat  bisa menghilangkan persepsi bahwa operasi katarak adalah sesuatu yang menakutkan,” kata Irwan.

Operasi Katarak Gratis Tolak Angin Sido Muncul telah dilaksanakan sejak tahun 2011 di 27 propinsi, 211 kota/kabupaten, di 236 Rumah Sakit/klinik mata di seluruh Indonesia. Jadi total yang telah dioperasi kerjasama  antara PT Sido Muncul, Tbk dan Perdami sampai tahun 2017  ini berjumlah 50.710 mata.

Media Relations Manager Sido Muncul, Sri Wahyuni mengatakan saat pertama kali Sido Muncul melakukan baksos operasi katarak, banyak mengalami kesulitan untuk mendapatkan pasien penderita katarak yang mau dioperasi.

“Target yang ingin dicapai 5.000 pasien, namun yang terjaring hanya 3.500 pasien penderita katarak. Selain itu jumlah Rumah Sakit yang mau diajak kerjasama hanya sedikit jumlahnya. Saat itu belum ada program BPJS dari pemerintah,” kata Yuyun, panggilan akrabn Sri Wahyuni.

Tahun 2012 Sido Muncul bekerjasama dengan TNI AD melaksanakan operasi katarak gratis. Saat itu dibantu  KASAD Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo yang ikut mengkampanyekan Gerakan Penanggulangan Buta Katarak di Indonesia melalui iklan layanan masyarakat dari Tolak Angin Sido Muncul.

Alhasil target operasi katarak untuk 12.000 mata dapat tercapai, bahkan melampaui yaitu 12.700 mata. (hap)