Berkat UMKM Bonek, Pertumbuhan Ekonomi Jatim Lebih Tinggi Dibanding Nasional

November 28, 2017

Para pembicara dan pelaku UMKM pada diskusi ‘Kiat UMKM dan Perbankan Hadapi Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat’, di Surabaya. (bhimo)

Surabaya, pmp – Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur di angka 5,17 persen lebih tinggi dibanding nasional 5,07 persen. Mayoritas disumbang sektor koperasi dan usaha mikro kecil menengah (UMKM). Jatim beruntung punya banyak pelaku berkarakter UMKM bonek.

“Kalau dirupiahkan sudah mencapai Rp 1,880 Triliun. Dan pertumbuhan ekonomi di Jatim itu, sebanyak 54,8 persen disumbang sektor koperasi dan UMKM,” kata Achmad Basuki, Kabid Pemasaran Dinkop  dan UKM Provinsi Jawa Timur, di Surabaya, Kamis (23/11/2017).

Peran besar UMKM bagi pertumbuhan ekonomi di Jatim itu terlontar pada diskusi bertema ‘Kiat UMKM dan Perbankan Hadapi Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat’ yang digelar Forum Diskusi Jurnalis Surabaya (FDJS) bekerja sama dengan Bank Mandiri Jawa Timur.

Menurut  Basuki, berdasarkan sensus ekonomi tahun 2016, jumlah UMKM di Jatim mencapai 4,68 juta yang terbagi berdasarkan skala modal mikro, kecil dan menengah. Pertumbuhan sektor UMKM di Jatim memang menggembirakan.

“Ingat orang Jatim ini karakternya bonek (bondo nekad atau bermodal tekad). Artinya UMKM bonek yang positif karena berani memutuskan memulai usaha sendiri,” katanya.

Menghadapi karakter bonek para pengusaha baru ini, Dinas Koperasi dan UKM Jatim terus melakukan pendekatan dan pendampingan guna memastikan mereka tidak mengabaikan kualitas, kontinuitas dan harga.

“Saatnya mengubah pola pikir mereka agar begitu laku tidak mengubah standarisasinya,” tegas Basuki.

Hal lain yang juga dilakukan pihak Dinkop dan UKM Jatim di antaranya membantu legalisasi para UMKM. Mulai dari mendirikan perusahaan, hingga mempermudah para UMKM mendapatkan SIUP dan NPWP. Termasuk sertifikasi halal dan sertifikasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Dinkop juga menyediakan sarana promosi gratis bagi UMKM dengan menyediakan galeri UKM. “Kita juga sedang mengagas menggunakan sistem online kerja sama dengan Telkomsel,” kata Basuki.

Bahkan telah dilakukan kerja sama antara Dinkop dan Bank Jatim untuk memberi bunga 7 persen khusus bagi pelaku UMKM. Bandingkan dengan perbankan konvensional dengan bunga 12 persen-18 persen. “Ada dana hampir Rp 1,2 triliun yang disiapkan,” katanya.

Produk UMKM Menasional

Pihak Bank Mandiri Jatim juga aktif terlibat dalam pemberdayaan UMKM melalui program Rumah Kreatif BUMN (RKB) yang beranggotakan bank-bank milik negara. Setiap kota di Jatim terdapat RKB yang dipegang satu bank yang ditunjuk. Mandiri misalnya, mendapat penugasan untuk Kota Surabaya.

“Kami yang terlibat di RKB mengikuti semua proses, mulai dari mencari UMKM, membina, sampai mengajarkan e-commerce,” kata Atta Alva Wanggai, Regional Credit and Bussiness Development Bank Mandiri Wilayah VIII Jatim.

Menurut Atta, sejak RKB diluncurkan Januari 2017, sudah dilakukan 42 kegiatan untuk membantu UMKM. Mulai dari pembiayaan, pelatihan pengemasan produk, hingga membantu mencarikan pasar.

“Bahkan kita mewadahi promosi produk melalui digitalisasi alias e-commerce lewat laman belanja.com,” katanya. Melalui laman belanja.com, diharapkan produk UMKM binaan RKB bisa menjadi produk konsumsi nasional.(bhimo)