Pabrik Semen Rembang Sertifikasi 333 Tukang Bangunan

Desember 6, 2017

Para tukang bangunan peserta pelatihan dan sertifikasi. (Humas PTSG)

Rembang, pmp – Salimun (43) tertawa lebar. Tukang bangunan asal Desa Karas, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang itu gembira bisa mengikuti kegiatan pabrik semen Rembang sertifikasi 333 tukang bangunan.

“Banyak teknik baru pertukangan yang saya dapat dari pelatihan ini. Seperti teknik menyetel kusen, memasang bata, atau memasang keramik. Dulunya tidak pernah mengira, ternyata ada teknik baru yang belum saya ketahui,” ujar Salimun di sela mengikuti kegiatan bertajuk ‘Forum Terampil Jago Bangunan Semen Gresik’, di Balai Kartini Rembang, Selasa (5/12/2017).

Salimun pun mengaku semakin percaya diri mengerjakan berbagai proyek bangunan. “Kan tadinya bekerja hanya bermodal ilmu otodidak. Kalau sebelumnya saya tidak berani menggarap rumah tingkat, sekarang mau tingkat berapa saja saya siap. Ilmunya saya sudah punya,” ujarnya sembari tertawa.

Salimun mengaku sudah dua kali ini mengikuti kegiatan pelatihan dan sertifikasi yang digelar PT Semen Gresik, pemilik pabrik semen Rembang yang juga anak perusahaan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk.

Pada tahun 2015, sebanyak 280 tukang bangunan di Rembang juga telah diberi pelatihan dan mendapatkan sertifikat profesional. Saat itu, PTSG menggandeng fasilitator dan narasumber serta asesor dari lembaga pengembangan jasa kontruksi.

Untuk pelatihan dan sertifikasi kali ini, PTSG menggandeng instruktur pertukangan profesional dari Malang, Jawa Timur. Agar mendapat sertifikat, para tukang bangunan harus melewati tahapan verifikasi setelah menerima teori maupun praktik. Para instruktur memang memberi teori teknik pertukangan di dalam ruang, kemudian membimbing mereka untuk praktik di luar ruang.

Bertujuan memberi edukasi kepada para pekerja bangunan di Rembang. (Humas PTSG)

Menurut Arif Prasetya, Manager Pelayanan Pelanggan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, pelatihan bertujuan memberi edukasi kepada para pekerja bangunan di Rembang, termasuk meningkatkan kepedulian tentang pentingnya keselamatan kerja.

“Kegiatan ini bentuk apresiasi kita sebagai perusahaan yang punya plan di Rembang, terhadap tukang-tukang bangunan,” katanya.

Baca juga: Sehari beromset Rp 2 juta, warung nasi di pabrik semen Rembang

Sertifikasi tukang juga digelar di Surabaya, Sumbawa, serta Jakarta. “Kami ingin para tukang di wilayah binaan kami memiliki kemampuan profesional di bidangnya,” lanjut Arif.

Sulistiyono, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinpermades) Kabupaten Rembang mengapresiasi kegiatan tersebut karena bisa diandalkan untuk melahirkan para pekerja bangunan yang profesional.

“Karena selama ini tukang bangunan hanya sebatas otodidak. Teori dan praktik yang diberikan begitu lengkap, sehingga para tukang bangunan di Rembang ini bisa lebih terampil,” ujarnya.

Lalu apa harapan Salimun ke depan? Dia berharap upah tukang seperti dirinya bisa naik. “Mudah-mudahan  upah bisa naik karena saya sudah semakin terampil dan memiliki sertifikat profesional,” ujarnya. (bhimo)