Melanglang Buana Berkat Tari Sekar Kedaton dan Remo

Januari 5, 2018

Sri Mulyani (tengah) dan anak didiknya di Sanggar Tari Mulyo Joyo Enterprise. (dok pribadi)

Surabaya, PMP – Gerakan gemulai nan dinamis diperagakan para penari Sanggar Tari Mulyo Joyo Enterprise (STMJE) saat membawakan tarian ‘Sekar Kedaton Sedap Malam’. Sanggar tari binaan BPR Jatim Bank UMKM Jawa Timur ini telah melanglang buana berkat Tari Sekar Kedaton dan Remo.

Pada 9-15 Desember 2017, anak didik sanggar tari yang berpusat di Surabaya ini baru saja diundang KBRI Selandia Baru untuk menampilkan Tari Sekar Kedaton dan tarian lainnya di pagelaran musik dan seni budaya Indonesia di Wellington.

Tak hanya itu, Ketua STMJE Sri Mulyani (42) juga  memberikan workshop Tari Sekar Kedaton dan Tari Remo di Gedung KBRI maupun di sebuah sekolah di kota Wellington, ibu kota Selandia Baru.

Menurut Sri, undangan KBRI Selandai Baru berawal dari unggahan foto-foto kegiatan STMJE di akun facebooknya.

“Unggahan berbagai prestasi di beberapa kegiatan Pemkot Surabaya maupun Pemprov Jatim tampaknya menarik perhatian pihak KBRI Selandia Baru,” kata perempuan kelahiran Surabaya yang kini menjadi karyawan Bank UMKM Jatim tersebut.

Soal melanglang buana, Sri sudah beberapa kali membawa anak didiknya ke berbagai negara untuk menampilkan Tari Sekar Kedaton dan tarian daerah asli Jatim lainnya. Yakni Belanda dan Australia pada tahun 2004, kemudian Turki tahun 2008 dan 2009, dan selanjutnya Hongkong tahun 2010 dan 2012.

Anak didik Sanggar Tari Mulyo Joyo Enterprise mulai TK hingga SMU. (dok pribadi)

Kostum Etnik Surabaya

Sri Mulyani mendirikan STMJE pada tahun 1998. Kini, ada sekitar 30 penari yang menjadi anak didiknya. Usianya beragam mulai TK hingga SMU.

Memang tak mudah menanamkan rasa cinta budaya leluhur kepada generasi muda. “Kalau bicara tentang tantangan serta suka duka membangun sanggar tari ini banyak. Terutama mendidik mental dan semangat anak muda dalam berkesenian,” kata Sri yang memiliki tiga anak itu.

Namun hal itulah yang justru membuat alumni Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya tertantang dan terus berikhtiar menciptakan kreasi seni tari warisan budaya leluhur.

Dan kerja kerasnya terbayar. Segudang prestasi diraih anak didiknya dan STMJE. Pada tahun 2017, merka meraih tiga prestasi terbaik dalam Festival Cipta Karya Tari Surabaya.  Setahun sebelumnya, mereka juara dua melalui tarian ‘Kumelun Surawesti’ dengan kostum etnik khas Surabaya.

Bahkan sejatinya sejak tahun 2013, STMJE sudah menjadi langganan menari di kediaman Wali Kota Surabaya, maupun berbagai kegiatan resmi di lingkungan Pemkot Surabaya maupun Pemprov Jatim.

Sri memiliki kiat agar anak didiknya mengukir prestasi. “Tak jauh beda dengan belajar ilmu lainnya, untuk meraih prestasi dalam seni tari tidaklah mudah. Namun bukan tidak mungkin karena seni tari sangat dekat dengan budaya kita. Kuncinya harus ada kemauan keras, disiplin dan tentu mental yang kuat,” papar Sri.

Sri Mulyani saat berlatih. (dok pribadi)

Sinergi Perbankan dan Seni Tari

Berbagai prestasi itulah yang membuat Bank UMKM Jatim melirik dan kemudian menjadikan sebagai binaan. Uluran tangan itu tentu sangat membantu buat Sri dalam memutar roda STMJE. Maklum, memerlukan biaya tak sedikit untuk mengelola sanggar tari. Misalnya saja biaya untuk membuat kostum bagi penari.

“Untuk membuat kostum yang mendukung karya cipta tari, sanggar kami mendapat dukungan penuh dari Bank UMKM Jatim,” kata Sri.

Sebagai Ketua STMJE yang juga karyawan Bank UMKM Jatim, Sri pun tertantang untuk ikut mempromosikan berbagai produk perbankan di mana dia bekerja.

“Bahkan waktu tampil di Hongkong tahun 2012, kami menari Tari Remo sambil kidungan mengajak para pahlawan devisa yang datang untuk memanfaatkan produk Bank UMKM. Itu cara kami mendekatkan diri dengan masyarakat sekaligus mencari nasabah baru,” katanya.

Menurut Subawi, Direktur Utama Bank UMKM Jawa Timur, keberadaan STMJE menjadi bukti kepada masyarakat luas akan kontribusi nyata corporate social responsibility (CSR) perusahaannya.

“Membangun kepercayaan dan kedekatan perbankan juga bisa dilakukan melalui sebuah kegiatan budaya, yakni budaya tari,” kata Subawi.

Sri pun mengapresiasi kebijakan Bank UMKM Jatim. “Sinergi yang sangat baik, di mana perbankan juga peduli dengan budaya nasional. Sebaliknya melalui pengenalan budaya nasional, kami para seniman bisa turut mendekatkan produk jasa keuangan untuk edukasi literasi dan inklusi keuangan kepada masyarakat luas,” tutup Sri.

Semoga STMJE dan Tari Kedaton terus berprestasi dan tak lekang oleh waktu.(hap)