Perang Prof Nurdin Abdullah Vs Kakak Beradik Yasin Limpo di Pilgub Sulsel

Februari 21, 2018

Ichsan Yasin Limpo (kiri), Andi Sudirman Sulaiman (tengah) dan Profesor Nurdin Abdullah (kanan).

Jakarta, PMP – Pertarungan sesungguhnya di Pilkada Gubernur Sulsel 2018 tak lain antara Prof Nurdin Abdullah versus keluarga Yasin Limpo. Akankah Profesor Nurdin Abdullah bakal membawa perubahan melawan Ichsan Yasin Limpo yang berpeluang besar didukung Syahrul Yasin Limpo di provinsi yang disebut sebagai pintu masuk Indonesia Timur itu?

Sebenarnya ada empat calon gubernur yang maju di Pilgub Sulsel 2018. Selain Prof Nurdin Abdullah (petahana Bupati Bantaeng) dan Ichsan Yasin Limpo (mantan Bupati Gowa), masih ada Nurdin Halid (Ketua Harian DPP Partai Golkar) dan Agus Arifin Nu’mang (AAN-petahana Wagub Sulsel).

Namun perang yang sesungguhnya bakal terjadi antara pasangan calon (paslon) nomor 3 Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman yang dikenal sebagai Prof Andalan melawan paslon nomor 4 Ichsan Yasin Limpo (IYL) – Andi Mudzakkar (Cakka).

Baca juga : Cawagub Prof Andalan Pukul Telak Cawagub Cakka di Debat Kandidat Pilkada Sulsel

Jika menyimak hasil survei Populi Center yang dirilis 1 Februari 2018, dari sisi elektabilitas, Prof Andalan memimpin dengan tingkat kepemilihan 32 persen. Diikuti IYL-Cakka 20,3 persen. Setelah itu barulah Nurdin Halid-Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar (paslon nomor 1) 17 persen dan AAN-Tanribali Lamo (paslon nomor 2) 10,9 persen. Memang masih ada 19,9 persen responden yang tak menjawab pilihannya jika Pilgub digelar hari ini.

Prof Nurdin Abdullah –yang namanya disejajarkan dengan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil atau Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dalam hal membangun wilayah– memang dikenal masyarakat Indonesia karena prestasinya membangun Kabupaten Bantaeng selama dua periode.

Hasil survei Populi Center tadi pun menunjukkan, Prof Nurdin selalu teratas dari sisi akseptabilitas untuk cagub yang paling disukai, paling bersih dari korupsi, paling berani memberantas korupsi, atau paling mampu memimpin.

Populi Center di dalam populicenter.org menganggap Provinsi Sulsel menarik untuk dikaji karena dikenal sebagai daerah yang bertahun-tahun dikuasai oleh politik dinasti. Bahkan Bawaslu RI memasukkan Sulsel sebagai daerah dengan tingkat kerawanan ‘sedang’ dan ‘cenderung tinggi’ pada penyelenggaraan Pilkada.

Baca juga: Prof Nurdin Abdullah Maraton Blusukan di Tiga Kabupaten, Hanya Kandidat Berfisik Prima yang Sanggup

Yakin Ayamnya Menang

Nah, pada perhelatan Pilgub kali ini, Prof Nurdin Abdullah yang menang elektabilitas dan akseptabilitas bakal mendapat perlawanan kuat dari IYL. Meski IYL maju dari jalur independen karena hanya didukung Partai Demokrat, namun sejatinya banyak yang percaya dia di-backup kakaknya Gubernur Syahrul Yasin Limpo. Pada awal November lalu, Syahrul bahkan sempat mengunggah cuitan di akun twitternya @syahrul_YL,”ha ha…kalau bertanding ji ..AYAM KU…..susah 2 ki kalah …kecuali …ALLAH tdk meridhoi…!!!!

Banyak yang meyakini bahwa ayam yang dimaksud dalam cuitan Syahrul tak lain IYL adik kandungnya. Maklum saat itu, IYL-Cakka mengantongi dukungan dua parpol yakni Demokrat 11 kursi dan PPP 7 kursi untuk memenuhi syarat minimal pencalonan 18 kursi di DPRD Sulsel. Meski belakangan PPP hengkang ke AAN, sehingga IYL-Cakka harus maju melalui jalur independen.

Namun Syahrul maupun IYL agaknya tak gentar meski melalui jalur independen. Sebagai mantan Ketua DPD Golkar Sulsel dua periode, banyak yang meyakini bahwa Syahrul masih bisa ‘menggerakkan’ mesin politik Golkar di Kabupaten/Kota agar tak patuh pada instruksi Golkar pusat mendukung Nurdin Halid dan berbalik mendukung IYL-Cakka. Sebagaimana diketahui, Golkar adalah pemenang di Sulsel dengan 18 kursi dari 85 kursi.

Hal inilah yang membuat Nurdin Halid yang resmi didukung Golkar dan empat partai lainnya sadar diri, bakal sulit bertanding di Pilgub mendatang. Dia paham bahwa Golkar di Sulsel tak solid mendukungnya.

Pertanyaannya kemudian, akankah Prof Andalan bakal bisa membawa pembaruan dengan mengalahkan Ichsan Yasin Limpo yang berpeluang besar didukung Syahrul Yasin Limpo? Tentu rakyat Sulsel yang bakal menentukan, apakah muncul pemimpin baru atau pemimpin baru muka lama.(bhimo)