Bro Rivai Merapat ke Prof Andalan, Pernah Nyatakan Dukung Kandidat Bebas KKN

April 2, 2018

Bro Rivai (dua dari kiri) bersama Bupati Bantaeng Prof Nurdin Abdullah dan isteri.

Makassar, PMP – Bro Rivai atau Abdul Rivas Ras (50), salah satu tokoh Sulsel yang sempat dijagokan muncul sebagai kandidat cagub di Pilkada Sulsel 2018, merapat ke pasangan kandidat nomor 3 Prof Andalan. Mantan Staf Khusus Sekretaris Militer Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu pernah mengungkapkan bahwa dirinya bakal mendukung calon yang bersih dari korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).

Bro Rivai mendatangi rumah Prof Nurdin Abdullah di kawasan Tamalanrea Makassar, pada Minggu (1/4/2018). Bro Rivai yang kelahiran Bone itu datang sekitar pukul 17.00 WITA dan ditemui oleh Prof Nurdin Abdullah dan isteri.

Bro Rivai yang pernah menggagas Universitas Pertahanan bersama SBY dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu, pada Januari lalu sempat menyampaikan analisanya terkait peluang empat calon kandidat yang bakal bertarung di Pilkada Sulsel 2018.

“Kita akan memberi dukungan moral kepada putra terbaik yang bebas dari KKN dan mampu mengangkat harga diri Sulsel dalam berbagai bidang,” katanya.

Perwira TNI AL itu pun menyebut tiga aspek yang bakal menentukan seorang kandidat bakal memenangi Pilkada Sulsel 2018. Pertama adalah dominasi geopolitik calon atau pendekatan asal-usul. Sebab hampir 70 persen masyarakat Sulsel masih mempunyai preferensi politik kedaerahan dan mengedepankan  kebanggaan lokal atau local pride.

“Kedua adalah kekuatan figur secara intelektual. Kekuatan intelektual dilihat dari sisi performa dan moral calon yang dinilai mempunyai kapasitas dan kredibilitas tinggi serta ketokohan dalam merespons tuntutan demokrasi masa kini. Catat, masyarakat Sulsel di perkotaan cukup moderat, sehingga perilaku pemilih di perkotaan yang modern lebih rasional,” tegasnya.

Masih menurut Bro Rivai, para wajib pilih di perkotaaan hampir mencapai sepertiga dari pemilih di pedesaan.  Belum lagi kaum muda dan kelompok terdidik.

Sementara aspek ketiga, kemampuan tim pemenangan. “Ini penting karena infrastruktur politik, seperti mesin partai yang besar dan tim relawan yang kuat merupakan instrumen yang cukup efektif untuk menggiring opini pemilih dalam konteks mengarahkan pemilih hingga di bilik suara,” kata dosen pakar TNI dan dosen tidak tetap Program Pascasarjana Kajian Strategik Ketahanan Nasional Universitas Indonesia itu.

Jika melihat tiga analisanya, menjadi wajar jika pasca Debat Kandidat yang banyak disebut menjadi panggung milik pasangan nomor 3 Prof Andalan karena kualitas dan kekuatan program serta visi dan misinya, Bro Rivai pun memutuskan merapat dan mendatangi Prof Nurdin Abdullah.(bhimo)