Prof Nurdin Abdullah Punya Sahabat Seorang Nelayan, Bisa Selami Hidup Keseharian Para Nelayan

April 2, 2018

Daeng Sarro, nelayan Galesong Utara, yang menjadi sahabat Prof Nurdin Abdullah jauh sebelum menjadi Bupati Bantaeng.

Takalar, PMP –  Prof Nurdin Abdullah, cagub kandidat nomor 3 Prof Andalan, ternyata hobi memancing dan punya sahabat seorang nelayan. Setelah blusukan di Tempat Pelelangan ikan (TPI) Beba di Galesong Utara, Bupati Bantaeng itu bertemu dengan teman memancingnya semasa masih belum menjadi bupati.

Prof Nurdin Abdullah blusukan ke TPI Beba, Desa Tamasaju, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar, pada Senin pagi (2/4/2018). Dia ingin melihat sekaligus menyerap aspirasi para nelayan dan pedagang ikan yang sedang beraktivitas di TPI Beba.

Kedatangan Bupati Bantaeng dua periode itu, tentu saja disambut suka cita oleh para nelayan dan pedagang ikan. Mereka pun berebut menyalami Prof Nurdin Abdullah.

Pasca berdialog di TPI Beba, Prof Nurdin Abdullah menuju Desa Batu-Batu yang masih termasuk wilayah Kecamatan Galesong Utara. Dia menuju rumah salah satu tokoh masyarakat. Begitu melihat kedatangan Prof Andalan, ratusan warga yang sudah menunggu segera meneriakkan, “Piliha Tiga..! Pilih Tiga..!”

Prof Nurdin Abdullah blusukan ke TPI Beba di Galesong Utara, Takalar, untuk menyerap aspirasi para nelayan dan penjual ikan, Senin (2/4/2018).

Prof Nurdin Abdullah pun didaulat berbicara. Di sela pidatonya, Prof Nurdin Abdullah memanggil salah satu nelayan untuk maju ke depan. “Ada Daeng Sarro di sini? Tadi saya melihat Daeng Sarro,” kata Prof Andalan.

Daeng Sarro pun maju ke depan, bersalaman dan kemudian berpelukan erat dengan Bupati Bantaeng itu. Prof Nurdin Abdullah pun melanjutkan pidatonya.

“Daeng Sarro ini orang Galesong Utara. Beliau teman mancing saya dulu, jauh sebelum jadi bupati,” kata Prof Nurdin Abdullah yang disambut tepuk tangan hadirin.

Prof Nurdin pun mengisahkan pengalamannya memancing bersama Daeng Sarro. “Sebelum pergi memancing, saya selalu terlebih dulu membeli ikan ke Daeng Sarro karena takut istri di rumah kecewa jika pulang tidak membawa hasil,” papar Prof Nurdin yang disambut tawa hadirin.

“Hingga saya jadi Bupati, Daeng Sarro masih sering datang ke Bantaeng membawakan saya ikan hasil pancingannya. Tapi harganya sudah jauh lebih mahal karena Bupati yang beli,” canda Prof Nurdin yang kembali disambut tawa nelayan dan warga yang ikut hadir.

Kenangan indah dengan Daeng Sarro telah membuat Prof Nurdin Abdullah merasa memiliki hubungan sangat dekat dengan para nelayan dan seluruh warga Galesong Utara dan Takalar. Apalagi pernah merasakan kehidupan keseharian seorang nelayan.

“Saya tidak pernah bisa melupakan masa-masa indah memancing dengan Daeng Sarro. Saya banyak belajar dari Daeng Sarro. Beliau salah satu nelayan di Sulsel ini,” kata Prof Andalan. (bhimo)