Pernah Diselamatkan Ambulan Gratis Bantaeng, Ibu Nur Warga Galesong Pilih Prof Andalan

April 3, 2018

Ambulan canggih milik Pemkab Bantaeng. (detik.com)

Takalar, PMP – Ibu Nur (34), isteri nelayan Galesong Utara, tak akan pernah melupakan saat dirinya dijemput dan diselamatkan ambulan gratis milik Pemkab Bantaeng. Maklum saja, di tempat tinggalnya di wilayah Kabupaten Takalar, orang yang sakit harus diantar keluarganya dengan sepeda motor ke puskesmas.

“Pak Prof, saya tidak akan pernah melupakan pernah ditolong dan diselamatkan ambulan gratis di Bantaeng. Saya kaget karena ambulan datang menjemput saya di rumah untuk dibawa ke rumah sakit,” kata Ibu Nur kepada Bupati Bantaeng Prof Nurdin Abdullah yang kini maju sebagai calon gubernur Sulsel nomor urut 3 Prof Andalan, saat blusukan ke Galesong Utara, Kabupaten Takalar, pada Senin kemarin.

Ibu Nur berkesempatan memaparkan pengalamannya saat Prof Nurdin Abdullah melakukan dialog dengan para nelayan dan pedagang ikan di Tempat Pelalangan Ikan (TPI) Beba, di Galesong Utara.

“Saat itu saya sedang berkunjung ke rumah keluarga di Bantaeng. Tiba-tiba saja saya sakit. Tuan rumah kemudian menelepon dan tak lama kemudian datang ambulan ke rumah untuk menjemput dan menolong saya,” papar Ibu Nur.

Ibu Nur (kanan) dan ibu-ibu warga Galesong Utara.

Ibu Nur pun segera dibawa ambulan ke RSUD Prof Dr H M Anwar Makkatutu Bantaeng. Sesampai di RSUD pun Ibu Nur segera dirawat tanpa prosedur berbelit meski tak memiliki KTP Bantaeng. Cukup menunjukkan Kartu BPJS dan mendapat pengobatan.

“Saya kaget Pak Prof. Di daerah saya, orang sakit diantar pakai motor ke puskesmas, sementara di Bantaeng dijemput ambulan,” ungkap Ibu Nur.

Oleh sebab itulah, Ibu Nur menyatakan bakal memilih Prof Andalan saat hari pencoblosan Pilkada Sulsel pada 27 Juni 2018.

“Inshaallah saya pilih Pak Prof. Saya akan ajak keluarga, sanak famili dan keluarga untuk pilih Pak Prof. Saya juga ingin, nanti kalau Pak Prof jadi gubernur, kami warga di Galesong bisa menikmati ambulan gratis,” ujarnya yang disambut tepuk tangan meriah para nelayan dan keluarganya.

Baca juga : Prof Nurdin Abdullah Sedih, Petani Harus Pinjam Uang Agar Bisa Menanam Padi

Berfungsi Sebagai RS Darurat

Sejatinya, ambulan Bantaeng yang menolong Ibu Nur merupakan ambulan canggih yang di dalamnya bisa difungsikan sebagai rumah sakit gawat darurat atau rumah sakit berjalan. Sebab di dalamnya dilengkapi berbagai fasilitas rumah sakit seperti alat pacu jantung, alat dan meja operasi, infus, oksigen, dan peralatan medis lainnya. Juga berbagai obat buat pasien.

Ruang di dalam mobil ambulan Bantaeng. Dilengkapi meja operasi, alat pacu jantung, serta berbagai fasilitas medik lainnya. (detik.com)

Pada tahun 2014, Pemkab Bantaeng memiliki delapan unit ambulan bernilai miliaran rupiah tersebut. Bupati Bantaeng Prof Nurdin Abdullah berhasil melakukan lobi dan mendapat hibah dari Jepang. Pemkab Bantaeng hanya membayar ongkos kirim dan bea masuk saat mendatangkannya dari Jepang.

Menariknya, ambulan gratis Bantaeng disiapkan 20 dokter dan 24 perawat piket yang siaga 24 jam menolong pasien. Sementara warga Bantaeng, mereka sudah paham bahwa untuk mendapat pertolongan ambulan cukup menelepon 119.

Di tahun 2018 ini, Prof Nurdin Abdullah bakal kembali mendapat hibah delapan unit ambulan untuk Bantaeng. Bahkan sebenarnya Prof Nurdin Abdullah tak egois. Pada Agustus 2017, Bupati Bantaeng itu menghibahkan dua unit ambulan untuk masyarakat Luwu Raya.

Lalu bagaimana jawaban Prof Nurdin Abdullah atas harapan Ibu Nur?

“Kalau saya diberi amanah oleh seluruh warga Sulsel untuk menjadi gubernur, inshaallah program ambulan gratis di Bantaeng bisa diterapkan di seluruh Sulsel,” katanya.

Menurut Prof Nurdin Abdullah, program ambulan gratis bakal diaplikasikan untuk mendukung program mewujudkan enam rumah sakit regional di enam wilayah di Sulsel. Enam rumah sakit regional itu bakal dilengkapi berbagai fasilitas sehingga bisa menjadi rumah sakit rujukan untuk mengobati pasien dengan berbagai jenis penyakit.

“Sehingga orang sakit berat di pelosok Sulsel tidak harus dirujuk ke rumah sakit di Makassar. Kasihan kalau harus ke Makassar dan menempuh perjalanan belasan jam. Kita yang sehat saja capek di perjalanan, apalagi orang sakit. Pasien cukup dibawa ke rumah sakit regional yang lokasinya terdekat dengan tempat tinggalnya,” kata Prof Nurdin Abdullah yang segera disambut tepuk tangan hadirin.(bhimo)