Jadi Andalan Semen Indonesia Implementasikan IT, SISI Siap Kepakkan Sayap Bisnis

April 5, 2018

Ilmanza Restuadi Kurniawan, General Manager of ICT Strategic PT Semen Indonesia (Persero) Tbk.

Jakarta, PMP – PT Sinergi Informatika Semen Indonesia (SISI) telah jadi andalan Semen Indonesia implementasikan IT guna mendukung bisnis perusahaan. Kini memasuki era industri 4.0, SISI siap mengepakkan sayap memberikan layanan bagi BUMN lain atau perusahaan swasta.

 “Selama ini SISI merupakan strategic partner Semen Indonesia dalam pemenuhan solusi IT, sekaligus anak perusahaan yang bakal mendukung tumbuhnya lini bisnis nonsemen. SISI sudah terbukti menjadi andalan dalam mensupport bisnis Semen Indonesia dalam mengimplementasikan IT,” kata  Ilmanza Restuadi Kurniawan, General Manager of ICT Strategic PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Kamis (5/4/2018).

Menurut Ilmanza, berbagai keberhasilan Semen Indonesia dalam implementasi IT berkat dukungan SDM IT yang mumpuni.  “Inilah yang menjadi pondasi kuat bagi berdirinya SISI dan memberikan keunggulan bersaing dibanding perusahaan sejenis yang ada di Indonesia,” katanya.

SISI telah berperan dalam mengintegrasikan operasional IT bagi seluruh pabrik yang berada di bawah naungan Semen Indonesia. Mulai dari Semen Padang, Semen Tonasa, Semen Gresik, Semen Thang Long Vietnam, pabrik Tuban, atau pabrik Rembang. Juga seluruh packing plant di bawah Semen Indonesia.

“Tidak hanya itu, pengembangan ratusan aplikasi untuk kelancaran dan perbaikan proses bisnis hingga penerapan berbagai sistem IT dalam grup pun merupakan peran SISI,” tambah Ilmanza.

Setelah sukses melayani kebutuhan dan menjadi solusi transformasi bisnis Semen Indonesia Group, kini SISI bersiap mengepakkan sayap bisnis untuk mendukung peningkatan performa IT berbagai perusahaan BUMN lain dan swasta.

“SISI adalah anak usaha yang diproyeksikan memberi value yang signifikan kepada pemegang saham atau perusahaan induknya.  Juga sejalan dengan strategi Semen Indonesia untuk menumbuhkan lini bisnis nonsemen. SISI dengan bisnis ICT-nya bisa masuk sektor bisnis dan industri lainnya secara luas karena semua perusahaan pasti membutuhkan IT,” papar Ilmanza.

Making Indonesia 4.0

Presiden Jokowi baru saja meluncurkan ‘Making Indonesia 4.0’, di Jakarta, pada Rabu (4/4/2018). Hal itu menjadi pertanda bahwa Indonesia telah memasuki era industri 4.0 di mana IT menjadi kebutuhan bagi semua perusahaan yang ingin maju dan mampu bersaing.

Setiap perusahaan harus memiliki pembeda dengan kompetitor pada industri sejenis. Penggunaan IT yang tepat dibutuhkan agar simplifikasi dan automasi bisnis perusahaan bisa berjalan dengan baik. Revolusi industri generasi keempat ini menjadi dasar yang kuat bagi perusahaan tanah air untuk segera menyesuaikan diri jika ingin bertahan.

“Telah kita ketahui bersama bahwa disruptif teknologi (disruptive technology) atau yang sering kita dengar disruptif inovasi (disruptive innovation) muncul begitu cepat dan mengancam, bahkan menggantikan keberadaan perusahaan-perusahaan incumbent baik dalam skala menengah hingga besar,” papar Ilmanza.

Disruptif Inovasi bisa diartikan sebagai inovasi terbaru yang membantu menciptakan pasar baru, mengganggu atau merusak pasar yang sudah ada, dan pada akhirnya menggantikan teknologi terdahulu.

Oleh sebab itu, ukuran perusahaan tidak menjadi jaminan keberhasilan. Namun kecepatan dalam beradaptasi dengan perkembangan dan perilaku konsumen menjadi kunci utama.

“Maka perusahaan harus peka dan melakukan introspeksi sehingga mampu mendeteksi posisinya di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Perusahaan harus berani berubah demi mengikuti perkembangan zaman,” kata Ilmanza.(bhimo)