Prof Nurdin Abdulah Sedih, Petani Harus Pinjam Uang Agar Bisa Menanam Padi

April 6, 2018

Bupati Bantaeng Prof Nurdin Abdullah menemui warga di Sidrap yang dijuluki ‘Lumbung Pangan Nasional’, Jumat (6/4/2018).

Sidrap, PMP – Prof Nurdin Abdullah, cagub nomor 3 Prof Andalan, merasa miris dan sedih melihat mayoritas petani di Sulsel yang harus pinjam uang agar bisa menanam padi. Sementara saat panen, harga beras di petani justru rendah sehingga petani tak kembali modal dan tak bisa bayar utang.

Hal itu disampaikan Bupati Bantaeng Prof Nurdin Abdullah saat  mengunjungi Kabupaten Sidrap yang disebut sebagai ‘Lumbung Pangan Nasional’. Profesor di bidang pertanian itu sedih melihat nasib mayoritas petani di Sulsel yang harus pinjam uang agar bisa menanam.

“Selama saya keliling mendengar masalah para petani, semua satu suara. Ketika musim menanam harga beras bagus, tapi pas panen harga beras jadi rendah. Tapi beras yang dijual di pasar harganya tetap mahal,” kata Prof Nurdin Abdullah kepada para tokoh petani yang menemuinya di Kecamatan Panca Lautan, kabupaten Sidrap, pada Jumat (6/4/2018).

Pasca blusukan di Pasar Bilokka, Kecamatan Panca Lottang pada Jumat pagi, Prof Nurdin Abdullah melanjutkan perjalanan ke Kecamatan Panca Lautan untuk memenuhi undangan salah satu tokoh petani di rumahnya. Kedatangan Prof Nurdin Abdullah ternyata sudah ditunggu para tokoh petani dan warga.

Baca juga : Ibu-Ibu dan Remaja Putri Berebut Selfie Bersama Prof Nurdin Abdullah

Mereka pun menyampaikan berbagai hal terkait pertanian padi di wilayahnya. Mulai dari bibit, pupuk, hingga pendistribusian hasil panen. Prof Nurdin Abdullah mendengar dengan seksama saat para tokoh petani menyampaikan unek-uneknya.

Prof Nurdin Abdullah pun menyampaikan tentang banyaknya keluhan dari petani yang harus meminjam uang agar bisa bercocok tanam. “Hal yang paling miris, banyak dari petani kita yang pinjam uang untuk menanam. Tapi pas panen, kembali modal saja tidak,” kata Prof Nurdin Abdullah lirih.

Padahal sejatinya, petani Sidrap justru harus diperhatikan karena merekalah yang membuat Sulawesi Selatan dan Sidrap dikenal sebagai ‘Lumbung Pangan Nasional’. Prof Nurdin Abdullah pun mengatakan harus ada perbaikan pada sistem distribusi hasil pertanian di Sulsel yang harus diperhatikan olek Pemprov Sulsel sehingga petani tidak dirugikan.

“Betul pak Prof!” jawab salah satu tokoh petani.

Setelah berdikusi panjang dengan para tokoh petani, Prof Nurdin Abdullah pun pamit karena harus segera kembali ke Makassar.  Pada Jumat malam ini, Prof Nurdin harus menghadiri resepsi pernikahan. “Kan kita sangat dianjurkan di dalam Islam untuk bertahniah,” katanya sebelum meninggalkan tempat.(bhimo)