Bupati Bulukumba Sebut Bantuan Kementan Sudah Lama, Kenapa Sekarang Dipersoalkan?

April 26, 2018

Mentan Amran Sulaiman memeriksa sapi milik petani pada kegiatan ‘Panen Pedet dan Kontes Ternak 2018’, di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Kamis (26/4/2018).

Bulukumba, PMP –  Bupati Bulukumba AM Sukri Sappewali mengaku heran jika ada yang menuding kedatangan Mentan Amran Sulaiman ke Bulukumba terkait kepentingan Pilkada Sulsel. Sebab sudah sejak lama Menteri Pertanian memberi bantuan bagi Pemkab dan ribuan petani Bulukumba.

“Selain Program Bekerja yang terbaru, sebenarnya program beliau (Mentan) banyak sekali di sini. Misalnya program mencetak 500 hektare sawah. Bahkan beliau mengajak saya untuk berjuang agar Bulkum mampu mencapai produksi 75 ribu ekor ternak,” kata Bupati Bulukumba AM Sukri Sappewali, Kamis petang (26/4/2018).

Menurut Bupati Sukri, program Mentan selama ini sangat bermanfaat bagi masyarakatnya yang hidup dari pertanian. “Kemarin kami berhasil mencapai 200 ton beras melalui bantuan bibit unggul, pupuk, atau mesin pertanian dari Kementan. Jadi sebenarnya kami sudah lama dibantu, jadi mengapa baru sekarang ada yang persoalkan,” ujarnya.

Baca juga : Bupati Tana Toraja: Program Bekerja Kementan dikaitkan Pilkada tudingan menyesatkan

Terkait upaya merealisasi produksi 75 ribu ekor ternak, Menteri Amran mengajak Bupati Sukri untuk memikirkan bagaimana agar Bulukumba menjadi sentra ternak untuk menyuplai kebutuhan daging masyarakat Bulkum dan bahkan Sulsel.

Mentan Amran Sulaiman mengajak Bupati Bulukumba merealisasi Bulukumba sebagai sentra ternak untuk menyuplai kebutuhan daging Makassar dan Sulsel.

Saat ini, Bulukumba berhasil meproduksi 600 ekor pedet atau anak sapi yang merupakan program Kementan sejak 2016. “Jadi saya sangat berterima kasih kepada Menteri Pertanian yang memberi perhatian kepada kami di pelosok ini, sehingga nyata betul dampaknya bagi kami,” katanya.

Terkait kedatangan Mentan ke Bulukumba pada Kamis, menurut Bupati, justru atas undangannya untuk membuka kegiatan ‘Panen Pedet dan Kontes Ternak 2018’. Kontes ternak diikuti petani peternak dari berbagai kabupaten di Sulsel.

“Kegiatan itu untuk membangkitkan kembali semangat para petani ternak. Banyak peternak dari Bone atau Sinjai yang ikut festival. Bahkan Bone justru jadi juara umum,” katanya.

Oleh sebab itu, Bupati Sukri merasa heran jika muncul tudingan bahwa Kementan menggunakan anggaran untuk pasangan tertentu di Pilkada “Saya tidak melihat seperti itu. Bagi saya, mereka yang menuding itu karena iri dan takut kalah,” katanya.

Menurut Bupati, saat kontes ternak, ada petani dari Bone yang memakai baju kaos pendukung pasangan NH-Aziz.

“Saya candai Pak Mentan, wah ada yang pakai baju pendukung kontestan Pak. Beliau menjawab, Ahh, biar saja Pak Bupati. Kita kan bukan mau kampanye di sini,” papar Bupati sembari tertawa.(bhimo)