Semen Indonesia Bagikan Dividen Rp 805,68 Miliar, Pendapatan Naik Laba Tergerus

Mei 2, 2018

Jajaran direksi dan komisaris PT Semen Indonesia (Persero) Tbk hasil RUPS 2018.(Media Relation SI)

Jakarta, PMP – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk membagikan dividen sebesar 40 persen atau Rp 805,68 miliar dari total laba bersih 2017 sebesar Rp 2,01 triliun. Pendapatan perseroan naik 6,4 persen, namun biaya bahan baku, bahan bakar dan listrik mengalami kenaikan hampir 40 persen sehingga laba usaha tergerus 36 persen.

Pembagian dividen diputuskan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahun 2018 yang digelar di Jakarta, Senin (30/4/2018).  Pembagian dividen Rp 805,68 miliar setara dengan Rp 135,83 per saham.

RUPS juga menyetujui pengunduran diri Djamari Chaniago selaku komisaris independen, serta memberhentikan dengan hormat Hambra selaku komisaris,. Juga memberhentikan dengan hormat Ahyanizzaman selaku Direktur Pemasaran dan Supply Chain.

Djamari Chaniago digantikan Mochamad Choliq dan Hambra  digantikan Hendrika Nora Osloi Sinaga. Sedangkan Adi Munandir diangkat sebagai Direktur Pemasaran dan Supply Chain. Komisaris Utama dan Direktur Utama tetap dijabat Sutiyoso dan Hendi Prio Santoso.

RUPS di antaranya menyetujui perubahan Anggaran Dasar perseroan, serta menerima ‘Laporan Pertanggungjawaban Realisasi Penggunaan Dana  Hasil Penawaran Umum Obligasi Bekerlanjutan I Semen Indonesia Tahap I Tahun 2017’ sebesar Rp 3 triliun.

Pendapatan Naik Laba Tergerus

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk merupakan holding company dari PT Semen Padang, PT Semen Gresik, PT Semen Tonasa dan Thang Long Cement Vietnam dengan kapasitas terpasang pada 2017 sebesar 38,2 juta ton semen per tahun. Serta menguasai pasar domestik sekitar 40,8 persen.

Perseroan memiliki fasilitas pendukung untuk distribusi semen, di antaranya 26 unit packing plant, gudang penyangga yang tersebar di seluruh wilayah pemasaran, serta 17 pelabuhan khusus, termasuk pelabuhan di Vietnam.

Pada tahun 2017, total penjualan sebesar 31,5 juta ton, atau naik 8 persen dibanding tahun sebelumnya. Penjualan domestik sebesar 27,1 juta ton dan  penjualan Thang Long Cement Vietnam sebesar 2,3 juta ton. Sedangkan volume produksi perseroan tahun 2017 mencapai 30,8 juta ton atau mengalami kenaikan 9 persen dari tahun 2016 yang tercatat sebesar 28,3 juta ton.

Pada tahun 2017, pendapatan perseroan mengalami kenaikan 6,4 persen dari Rp 26,13 triliun menjadi Rp 27,81 triliun. Namun kelebihan pasokan dalam negeri menyebabkan rata-rata harga jual di pasar domestik terkoreksi sebesar 8 persen. Kenaikan biaya bahan baku, bahan bakar dan listrik mengalami kenaikan hampir 40 persen, sehingga laba usaha tergerus 36 persen menjadi Rp 3,34 triliun.

Berdasarkan kinerja penjualan tersebut, Semen Indonesia mencatatkan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 2,01 triliun atau turun 55 persen dari tahun sebelumnya, sehingga Laba Bersih per saham menjadi sebesar Rp 340 per saham.(bhimo)