SI Raih Emas Kementerian ESDM, Sukses Kelola Lingkungan Tambang

Mei 9, 2018

Dirjen Minerba Bambang Gatot Ariyono serahkan penghargaan kategori emas atau Aditama kepada Direktur Produksi Semen Indonesia Benny Wendry.

Jakarta, PMPPT Semen Indonesia (Persero) Tbk menerima penghargaan peringkat emas atau  Aditama untuk kategori ‘Perlindungan Lingkungan’ dari Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM. Bukti kegiatan pertambangan Semen Indonesia memenuhi berbagai persyaratan.

Penghargaan diserahkan di Gedung Balai Kartini, Jakarta, Selasa malam (8/5/2018).

Atas penghargaan tersebut, Semen Indonesia telah empat tahun berturut-turut mendapatkan penghargaan dalam pengelolaan lingkungan pertambangan dari Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM.

Pada tahun 2015, tahun pertama Semen Indonesia mengikuti penilaian, meraih penghargaan peringkat perunggu atau Pratama. Pada tahun 2016 dan 2017, Semen Indonesia meraih penghargaan peringkat perak atau Utama.

Direktur Produksi Benny Wendry mengatakan, penghargaan Aditama yang merupakan peringkat tertinggi membuktikan kegiatan pertambangan yang dilakukan Semen Indonesia di Pabrik Tuban telah memenuhi persyaratan, meliputi administrasi lingkungan, pengelolaan batuan penutup, pengendalian erosi dan sedimentasi, pembibitan, reklamasi dan revegetasi, pengelolaan sarana penunjang, serta pemantauan lingkungan tambang.

Salah satu pengelolaan tambang yang telah dilaksanakan perseroan adalah pembuatan green belt selebar 50 meter. Berfungsi sebagai buffer zone yang mengelilingi tambang di area tambang batu kapur dan tanah liat untuk mengurangi debu dan kebisingan dari kegiatan operasional tambang.

“Dalam pengelolaan green belt, perseroan melakukan program kemitraan bersama 370 petani yang berasal dari masyarakat sekitar. Semen Indonesia memberikan bantuan bibit, pupuk, penanaman, perawatan dan penyuluhan secara rutin oleh Dinas Pertanian Kabupaten Tuban,” papar Benny Wendry.

Sebagai sarana edukasi pengelolaan pertambangan, Semen Indonesia membangun taman botani (arboretum) di area bekas galian tambang batu kapur di Pabrik Tuban.

“Arboretum Bukit Daun ditanami 10 jenis tanaman langka sebagai sarana edukasi sekaligus wahana wisata baru bagi masyarakat Tuban. Taman menyediakan berbagai spot menarik dan dilengkapi dengan fasilitas tempat parkir dan toilet gratis bagi pengunjung,” katanya.

Baca juga : Semen Indonesia Sulap Bekas Gaian Batu Kapur Jadi Taman Wisata

Selain itu, perseroan melibatkan masyarakat sekitar dalam budidaya ikan Nila dengan keramba jaring apung di lahan pasca tambang tanah liat yang dimanfaatkan sebagai embung untuk penampungan air. Embung juga bermanfaat menjadi sumber air untuk irigasi lahan pertanian masyarakat sekitar tambang.

Sampai triwulan I tahun 2018, Semen Indonesia telah melakukan reklamasi lahan pascatambang batu kapur seluas 154,78 ha dengan jumlah pohon sebanyak 190.135 batang. Sedangkan di lahan pascatambang tanah liat seluas 68,42 ha, perseroan berhasil melakukan reklamasi dengan penanaman 116.582 batang pohon yang meliputi tanaman Jati, Johar, Mahoni, Sengon, Flamboyan, Trembesi dan Kesambi.

“Keberhasilan kami mendapatkan penghargaan Emas ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan pengelolaan tambang dan pascatambang yang berkelanjutan. Pelaksanaan pengelolaan lingkungan tambang yang berkelanjutan menunjukkan bahwa Perseroan berkomitmen dalam penerapan industri hijau dan menghasilkan produk semen yang ramah lingkungan,” tegas Benny. (bhimo)