Menteri Ketenagakerjaan Ajak Generasi Muda Berpikir ‘Out of The Box’

Juli 29, 2018

Yogyakarta, PMP – Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri mengimbau generasi muda agar memacu kreativitas dan terus berinovasi dalam menghadapi era disrupsi yang penuh tantangan demi menciptakan pasar dan teknologi baru. Era disrupsi memiliki tantangan terbesar, yakni mendorong masyakat agar memiliki semangat berinovasi berdasarkan knowledge based economy.

“Oleh karena itu dibutuhkan human capital dengan kreativitas dan inovasi,” kata Menteri Hanif Dakhiri pada Dialog Kebangsaan bertema ‘Peran Sociopreneur dalam Mewujudkan Ketahanan Nasional’, di Gedung Fisipol Universitas Gajah Mahada (UGM), Sabtu (28/7/2018).

Dialog Kebangsaan yang juga menghadirkan Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo dan budayawan Eros Djarot merupakan puncak rangkaian kegiatan program Akademi Kewirausahaan Masyarakat (AKM). Program pelatihan gratis kewirausahaan sosial (sociopreneurship) bagi para sarjana yang belum terserap dunia kerja yang dikembangkan oleh Creative-Hub Fisipol UGM.

Peserta AKM terdiri dari 100 sarjana dari berbagai wilayah di tanah air yang dipilih melalui proses seleksi. Pasca dialog kebangsaan, 100 sarjana itu segera diterjunkan ke berbagai desa untuk menjadi pendamping para wirausahawan berbasis desa.

Menteri Hanif membawakan tema ‘Peran Sociopreneur sebagai Alternatif Karier dan Akselerator Produktivitas Masyarakat Desa’. Terkait kreativitas dan inovasi, Hanif mencontohkan aplikasi Grab dan Uber yang merupakan teknologi yang sangat disrupsi. Melalui penggunaan teknologi tepat guna yang dibalut dengan kreativitas dan inovasi, permasalahan di masyarakat pun dapat diselesaikan.

“Saya mendorong teman-teman untuk menerobos batas. Start thinking out of the box. Berpikir tanpa boks. Boks-nya ditendang saja. Mari berpikir tanpa dihalangi oleh aturan,” ajak Hanif.

Sementara itu, Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo membawakan tema ‘Kehadiran Sociopreneur dalam Mewujudkan Desa Mandiri di Tengah Era Disrupsi Nasional’. Menurutnya, pemimpin daerah harus terkini atau selalu update dalam hal teknologi agar bisa mengajak warganya yang tengah berada di era disrupsi menuju era keberlimpahan.

Selama memimpin, Hasto Wardoyo melakukan berbagai inovasi di Kulon Progo. Utamanya dalam hal pangan seperti Coklat Kalibawang dan Kopi Menoreh. “Kita ada dalam tekanan dan harus berubah. Menghadapi perubahan, kita dihadapkan oleh pilihan, berkompetisi atau berkolaborasi,” tuturnya.

Budayawan Eros Djarot menekankan pentingnya ‘Antusiasme Anak Muda dalam Mengembangkan Ekonomi Kreatif melalui Bidang Seni dan Budaya’. Masyarakat harus berada dalam boks cita-cita bangsa Indonesia. Agar lebih memahami dan memiliki semangat ekonomi Indonesia, perlu banyak membaca buku terutama karya Bapak Pendiri Bangsa Soekarno dan Hatta.

“Tolonglah, ayo membaca buku-buku Bung Karno dan Bung Hatta tentang koperasi. Jangan baca buku-buku western mengenai demokrasi,” ajak Eros.(gus)