Tim Puspa Agro Latih Hidroponik Siswa se-Jatim

November 26, 2018

Pelatihan dan Lomba Hidroponik putaran pertama berakhir di aula Cabang Dinas Pendidikan wilayah Surabaya, di Jalan Jagir Wonokromo, Rabu (21/11/2018).

Sidoarjo, PMP – Tim PT Puspa Agro untuk Program Pelatihan dan Lomba Hidroponik antarsekolah se-Jatim telah mengakhiri program pelatihan dan lomba putaran pertama yang digelar sejak 24 September 2019. Program kerjasama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jatim bakal kembali bergulir di awal 2019.

Misi yang diemban Tim Pelatihan dan Lomba adalah menyiapkan generasi agropreneur dari kalangan muda. Program Pelatihan dan Lomba Hidroponik Antarsekolah se-Jatim diawali dari Madiun pada Senin (24/9/2018). Selanjutnya, Tim Pelatihan dan Lomba bergerak membakar semangat dan melatih para siswa SMA/SMK di Jember, Lumajang, Jombang, Ponorogo, dan Ngawi.

Kemudian pada Rabu-Kamis (17-18/10/2018), dilakukan pelatihan di Bojonegoro. Setelah kawasan Pantura, tim kembali ke wilayah Mataraman dengan memberikan pelatihan bagi siswa-siswa di Trenggalek, Tulungagung, Kediri dan Blitar. Pelatihan kemudian bergesar ke Mojokerto, Tuban dan Lamongan.

Pelatihan putaran pertama berakhir di aula Cabang Dinas Pendidikan wilayah Surabaya, di Jalan Jagir Wonokromo, Rabu (21/11/2018). Para siswa SMA/SMK yang mengikuti pelatihan dan lomba berasal dari Probolinggo, Malang, Gresik dan Bangkalan.

Program ini sangat bagus karena tidak hanya memberikan bekal pengetahuan, tetapi sekaligus keterampilan sebagai bekal anak-anak untuk mandiri secara ekonomi,” kata Kepala Cabang DInas Pendidikan Wilayah Surabaya, Dr Sukaryanto MSi.

Sukaryanto berharap, program bisa terus berlanjut dengan menjangkau sekolah atau siswa lebih banyak lagi. “Kepada anak-anak, saya minta kegiatan diikuti sebaik-baiknya karena manfaatnya bakal kembali kepada kalian,” ujarnya menyemangati peserta.

Pelatihan yang dibimbing oleh Tim PT Puspa Agro (Grup BUMD milik Pemprov Jatim) tidak sekadar memberikan pengetahuan dan keterampilan tentang hidroponik. Peserta dikawal hingga mampu mempraktikkan budi daya sayur dengan sistem hidroponik. Mulai tahapan membuat instalasi, semai, hingga panen. Maka usai pelatihan sehari, tim terus memberikan pendampingan secara online selama 35 hari.

Menurut Ketua Tim Puspa Agro, Suhartoko, pelatihan juga dibarengi lomba yang memperebutkan trofi dan hadiah uang pembinaan dari Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur.

Laporan progres budidaya hidroponik hasil pelatihan wajib dilaporkan kepada tim, sepekan sekali lewat grup WA yang dibentuk oleh tim. Forum WA sekaligus disiapkan sebagai media komunikasi dan konsultasi oleh peserta kepada tim ahli,” kata Suhartoko yang juga Kahumas Puspa Agro, di kantornya, Senin (26/11/2018).

Adapun materi pelatihan meliputi dasar-dasar hidroponik, pengenalan media hidroponik, praktik pembuatan instalasi hidroponik, persemaian, aplikasi nutrisi, dan membuat produk olahan tanaman hidroponik.

“Program Pelatihan dan Lomba Hidroponik digelar dengan kesadaran semakin jauhnya sebagian masyarakat dari dunia pertanian, terutama generasi mudanya. Oleh sebab itu, pelatihan dan lomba hidroponik diberikan kepada para  pelajar dan guru SMA/SMK se-Jatim,” tegas Suhartoko.(adv)