Laptop Rp 16 Juta Siswi Penerima KIP dan Xenia Milik Guru Sulsel

Februari 17, 2019

Siti Azzahra Aprilia, siswi SMPN 29 Makassar, berdialog dengan Mendikbud Prof Muhadjir Effendy disaksikan Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah, pada ‘Gebyar Pendidikan dan Kebudayaan’, di Lapangan Hasanuddin, Makassar, Minggu (17/2/2019).

Makassar, PMP – Wajah Siti Azzahra Aprilia berbinar. Siswi SMPN 29 Makassar itu tak bisa menyembunyikan rasa suka-cita.  Diciumnya tangan Mendikbud Prof Muhadjir Effendy dan kemudian tangan Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah. Sebuah laptop seharga Rp 16 juta dia peluk erat di dada.

“Terima kasih Pak Menteri. Terima kasih banyak Pak Gubernur,” ujar penerima program Kartu Indonesia Pintar (KIP) itu sembari mencium tangan Mendikbud dan kemudian tangan Gubernur Sulsel, setelah menerima laptop di atas panggung Gebyar Pendidikan dan Kebudayaan, di Lapangan Hasanuddin, Makassar, Minggu (17/2/2019).

Azzahra, panggilan akrabnya, berhak menerima laptop yang diserahkan Mendikbud karena dia telah berani mewakili para siswa-siswi penerima KIP se-Sulsel untuk menyampaikan kesan, saran dan masukan kepada pemerintah.

“Terima kasih banyak kepada Presiden Jokowi, Bapak Menteri dan Pak Gubernur. Saya alhamdulillah sudah menerima dan merasakan program KIP sejak 2 tahun lalu, sejak masih duduk di bangku SD,” kata Azzahra yang mengaku menerima Rp 450 ribu setahun saat SD dan Rp 750 ribu setahun saat SMP.

Menurut Azzahra yang bapaknya hanya pekerja serabutan, dana program KIP dia pergunakan untuk membeli baju seragam dan peralatan sekolah. “Juga masih tersisa buat saya jajan,” katanya yang segera disambut tawa Mendikbud, Gubernur NA, serta seluruh hadirin di Lapangan Hasanuddin.

Mendikbud Muhadjir Effendy sempat mencandai Azzahara. “Boleh buat beli jajan, tapi tidak boleh beli pulsa buat main game ya,” katanya yang kembali disambut tawa hadirin.

Mendikbud Muhadjir mengaku senang mendengar kesaksian Azzahra. Menurutnya, saat ini sebanyak 17,9 juta siswa-siswa se-Indonesia ikut menikmati dana program KIP yang dikucurkan pemerintahan Presiden Jokowi.

“Bagi anak yatim dan tidak mampu silahkan mendaftar ke kantor dinas setempat agar bisa menikmati KIP. Kata kuncinya, tidak boleh lagi ada siswa dan siswi seperti Azzahra yang putus sekolah karena tidak punya biaya,” tegasnya yang disambut tepuk tangan hadirin.

Baca juga: http://penamerahputih.com/2019/03/01/gubernur-na-anggaran-dana-desa-rp-57-triliun-bukti-presiden-jokowi-peduli-rakyat-sulsel/

Selain Azzahra, masih ada dua kesaksian dari perwakilan guru di Sulsel dan orang tua murid. Sri Kurniati Kaweng, guru SMP 2 Gowa dipercaya mewakili para guru, sedangkan Karolina tak lain wali murid SDN Kompleks Sambung Jawa Makassar.

Ibu guru Kurniati mewakili para guru di Sulsel menyampaikan terima kasih karena tunjangan profesi guru sudah dirasakan manfaatnya. Begitu juga program peningkatan kompetensi guru.

“Kalau dulu guru tidak pakai laptop, sekarang hampir semua guru sudah pakai laptop berkat dana tunjangan profesi. Bahkan berkat program sertifikasi guru, penghasilan kami para guru naik. Kalau dulu guru hanya bisa beli sepeda motor, maka sekarang kami bisa beli Xenia,” papar Kurniati yang disambut tawa dan tepuk tangan hadirin.

Tak beda dengan Azzahra, Karolina sebagai orang tua murid juga menyampaikan terima kasih atas program KIP. “Saya bisa membelikan anak pakaian, sepatu dan bahkan bisa ditabung buat masuk SMP,” ujarnya.

Mendikbud Muhadjir Effendy tak henti tertawa dan tersenyum mendengar penuturan Kurniati dan Karolina. Dia bahkan menjelaskan bahwa pada tahun 2019, sebanyak 155 ribu guru honorer se-Indonesia bakal diprioritaskan mengikuti program PPPK atau Pegawai Pemerintah Perjanjian Kerja. “Pendaftaran bakal dibuka bulan Feberuari ini. Diprioritaskan bagi para guru honorer,” katanya.

Pada akhirnya, Mendikbud berharap para siswa, orang tua wali murid, maupun para guru bisa memanfaatkan sebaik mungkin berbagai program dari pemerintahan Presiden Jokowi. “Mari kita bersama-sama berdoa agar kebijakan pemerintah saat ini bisa terus berlanjut,” ujarnya yang diaminkan seluruh hadirin.(bhimo)