BJ Habibie dan Nurdin Abdullah, Dua Teknokrat Aset Nasional Kelahiran Parepare

Februari 18, 2019

 

Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah dan Wali Kota Parepare Dr Taufan Pawe dicegat warganya untuk berselfi saat peringatan HUT ke-59 Kota Parepare, di Lapangan Andi Makkasau, Senin (18/2/2019).

Parepare, PMP – “Saya membangun Kota Parepare ini terinspirasi oleh dua mahaguru (profesor) kelahiran Parepare, yakni Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie dan Nurdin Abdullah. Beliau berdua merupakan teknokrat kebanggaan warga Parepare dan bahkan sudah menjadi aset nasional,” kata Wali Kota Dr Taufan Pawe yang disambut tepuk tangan meriah warga Parepare yang memenuhi Lapangan Andi Makkasau, Senin pagi (18/2/2019).

Jika Prof BJ Habibie yang ahli di dunia penerbangan pada akhirnya sukses menjadi Presiden RI ke-3, jejak itu ternyata diikuti Prof Nurdin Abdullah yang kini diberi amanah warga Sulsel untuk menjadi gubernur.

Wali Kota Taufan Pawe pastilah tak sekedar berniat membuat senang hati Gubernur Nurdin Abdullah (NA) yang duduk di kursi tamu kehormatan pada peringatan HUT ke-59 Kota Parepare tersebut.

Pak Wali Kota dengan tulus menyebut bahwa upayanya mendirikan dan nantinya melengkapi berbagai fasilitas RS dr Hasri Ainun Habibie di Tonrangeng Parepare sangat terinspirasi oleh ikhtiar dan semangat Prof Nurdin Abdullah saat masih menjabat Bupati Bantaeng.

“Saya sejak dulu tidak mau kalah dengan Bupati Bantaeng Prof HM Nurdin Abdullah. Waktu beliau masih menjadi Bupati Bantaeng, pelayanan kesehatan di Bantaeng sangat bagus dan saya jadi terpacu,” katanya.

Bahkan Taufan Pawe tak malu mengakui telah mencontek Bantaeng yang memiliki Public Safety Center (PSC) 119 untuk melayani warganya. Melalui layanan tersebut, masyarakat  yang sedang sakit bisa dijemput oleh ambulan gratis milik Pemkab untuk dibawa ke RSUD Prof Dr Anwar Makkatutu Bantaeng.

“Saya di sini kemudian mencontek dan menerapkan layanan 112. Tak apalah mencontek untuk sesuatu yang bagus,” canda Taufan Pawe yang disambut tawa hadirin.

Layanan ambulan gratis di Parepare melalui 112 yang diresmikan sejak 2014, setap tahun ternyata menunjukkan tren meningkat. Jika pada 2014 melayani 2.227 pasien, maka pada 2015 menjadi 8.394, kemudian 2016 menjadi 13.293, dan 2017 naik lagi ke angka 16.527 layanan. Sepanjang 2018, tercatat memberi 16.795 layanan.

Gubernur Nurdin Abdullah dan Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel Liestiaty F Nurdin bersama Wali Kota Parepare Taufan Pawe dan isteri, berpose dengan latar belakang foto Prof BJ Habibie dan Hasri Ainun Habibie.

Kini, Wali Kota Taufan sedang berjuang merealiasi agar RS Hasri Ainun Habibie yang dibangun sejak 2016 bisa menjadi salah satu dari 6 rumah sakit regional yang merupakan target pemerintahan Gubernur Nurdin Abdullah dan Wagub Andi Sudirman Sulaiman. Dia berharap RS tuntas di tahun 2019 dan bisa mulai beroperasi di awal 2020.

“Perlu saya sampaikan Bapak Gubernur, masyarakat yang dilayani di RSUD Andi Makkasau Parepare saat ini di atas 700 per hari, bahkan bisa mencapai 800 pasien di akhir pekan. Sementara ketersediaan fasilitas hanya 200 tempat tidur. Maka tidak ada pilihan lain, selain kami harus membuat rumah sakit yang memiliki kapasitas 500-600 tempat tidur,” ujarnya.

Baca juga: http://penamerahputih.com/2019/02/11/gubernur-nurdin-abdullah-berharap-dana-desa-bakal-terus-dinikmati-rakyat-sulsel/

Ternyata tak mudah merealisasi rumah sakit tersebut. Wali Kota Taufan mengaku telah menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan dana lainnya, namun tetap tak mencukupi.

“Syukur alhamdulillah, Tuhan mengutus seorang gubernur dan menggerakkan hatinya untuk memberikan bantuan kepada kita untuk menyelesaikan pembangunan RS Hasri Ainun Habibie di Parepare ini,” kata Wali Kota Taufan yang kembali disambut meriah warganya.

Peringatan HUT ke-59 Parepare tampaknya memang dipergunakan oleh Gubernur NA untuk menyerahkan dana  bantuan dari APBD Sulsel senilai Rp 75 miliar kepada Pemkot Parepare, khusus untuk pembangunan RS Hasri Ainun Habibie. Bantuan itu terbesar di antara kabupaten dan kota lainnya.

“Bantuan ini bukan bantuan akhir untuk Kota Parepare, bakal ada bantuan selanjutnya,” janji Gubernur NA yang disambut tepuk-tangan meriah warga.

Gubernur NA sempat mengapresiasi ikhtiar Wali Kota untuk membangun RS Hasri Ainun Habibie. “Saya berharap ke depan, orang Sulsel tidak perlu lagi ke Singapura atau Malaysia hanya untuk berobat. Kita siapkan Parepare sebagai pusat pengobatan dan checkup jantung,” katanya.

Bahkan tak hanya itu, Gubernur NA berharap agar Parepare yang merupakan kota kedua terbesar setelah Makassar bakal semakin maju ke depan. “Kota Parepare harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru,” harap Profesor Nurdin Abdullah.

Wali Kota Taufan Pawe dan warganya pun mengamini dan kemudian bertepuk-tangan keras menyambut pernyataan gubernur andalan mereka yang tak lain putera kelahiran Parepare.(bhimo)