Gubernur NA Berharap Sulsel Jadi Miniatur Toleransi, Umat Buddha Diminta Tolak Hoax

Februari 23, 2019

Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah membuka Rakerda DPD Walubi Sulsel, di Hotel Gammara, Makassar, Sabtu (23/2/2019).

Makassar, PMP – Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah berharap Provinsi Sulsel menjadi miniatur toleransi antarumat beragama. Tahun politik 2019 harus bisa dilewati oleh seluruh rakyat Sulsel  dengan sukses dan dalam kondisi aman dan damai.

“Pilkada serentak 2018 telah membuktikan bahwa Pilkada paling damai berlangsung di Sulawesi Selatan. Maka Pilpres dan Pileg 2019 di Sulsel harus semakin aman dan damai, serta hasilnya bisa membuat rakyat semakin bahagia,” kata Gubernur Prof Nurdin Abdullah (NA) sesaat sebelum membuka Rakerda DPD Walubi Sulsel, di Hotel Gammara, Makassar, Sabtu siang (23/2/2019).

Turut hadir pada acara itu Ketua Umum DPP Walubi (Perwakilan Umat Buddha Indonesia) Siti Hartati Murdaya, Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Surawahadi, Kapolda Irjen Pol Hamidin, jajaran pengurus DPD Walubi Sulsel yang baru dilantik, serta para tokoh dan warga Buddha di Makassar dan Sulsel.

Menurut Gubernur NA, kondisi yang aman dan damai, salah satunya disebabkan tingginya rasa toleransi antarumat beragama di Sulsel. “Maka kami juga berharap Sulsel bisa menjadi miniatur dalam hal toleransi antarumat beragama,” harapnya yang disambut tepuk tangan hadirin.

Masih menurut Gubernur, kondisi aman perlu dipertahankan mengingat Sulsel saat ini menjadi salah satu tujuan para investor. Sulsel yang kaya akan berbagai hasil dan kekayaan alam sangat membutuhkan masuknya para investor untuk berinvestasi. Masuknya investasi bakal berimbas pada terbukanya banyak lapangan kerja bagi masyarakat.

“Syarat masuknya investasi adalah kondisi yang aman dan stabil. Oleh sebab itu, rakyat Sulsel yang sukses menurunkan status zona merah menjadi zona hijau terkait pelaksanaan Pilkada harus bisa mempertahankannya,” harapnya.

Secara khusus, Gubernur NA meminta kepada seluruh anggota Walubi dan umat Buddha agar tidak percaya dan menolak berbagai hoax yang saat ini gencar beredar di medsos.

“Warga Walubi jangan sampai percaya dengan hoax yang berpotensi mengusik dan merusak kondisi kita di Sulsel yang aman dan damai. Termasuk berbagai ujaran kebencian yang ditujukan pada kepemimpinan nasional saat ini. Kita semua harus menolak hoax,” tegas Gubernur NA.

Sementara itu, Hartati Murdaya dalam sambutannya mengatakan bahwa dirinya secara khusus dipesan oleh Presiden Jokowi agar mengajak umat Buddha di Indonesia untuk meredam berbagai potensi kemarahan dan kegaduhan. “Beliau berpesan agar Indonesia tetap bersatu, maju dan jaya ke depan,” katanya yang disambut tepuk tangan meriah hadirin.

Hartati pun mengaku telah berkeliling ke berbagai daerah untuk mengunjungi warga Buddha dan sekaligus menyampaikan pesan Presiden Jokowi. Mulai dari Lombok, Merauke, Palu, Lampung Selatan, atau Banten.

Menurut Hartati, saat ini seluruh anggota Walubi harus semakin kuat memegang ajaran Kita Suci Tripitaka yang mengajarkan cinta damai serta membenci berbagai kebohongan dan fitnah. Apalagi  dalam konteks bernegara, Walubi secara tegas berpegang teguh pada landasan empat pilar kebangsaan, yaitu Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, UUD 1945 dan NKRI.(bhimo)