Miyakawa Katsutoshi: Sejak Prof NA Jadi Gubernur, Banyak Investor Jepang Minati Sulsel

Maret 11, 2019

Miyakawa Katsutoshi, Kepala Kantor Konsuler Jepang di Makassar.

Makassar, PMP – Miyakawa Katsutoshi, Kepala Kantor Konsuler Jepang di Makassar, menyambut gembira rencana Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah membuka jalur penerbangan langsung Makassar-Osaka. Sebab tak hanya berdampak pada naiknya jumlah turis asal Jepang, tapi juga berpotensi menggenjot ekspor komoditas Sulsel.

“Rencana itu hebat sekali. Saya sudah dengar rencana itu langsung dari Gubernur Nurdin Abdullah (NA),” kata Miyakawa seusai kegiatan Nippon Day 2019 yang digelar di Ballroom Celebes Convention Center (CCC), pada Minggu malam (10/3/2019).

Menurut Miyakawa, selain membawa penumpang, penerbangan Makassar-Osaka juga sangat penting dari sisi angkutan barang atau kargo. Bahkan dia meyakini bakal meningkatkan ekspor komoditas asal Sulsel.

“Sebab selama ini jika diangkut lewat laut butuh waktu 14 hari, sementara pesawat hanya 5,5 jam,” kata Miyakawa yang telah mengenal Prof NA sejak tahun 2017 saat masih menjabat Bupati Bantaeng.

Penerbangan langsung Makassar-Osaka pulang-pergi, rencananya bakal terealisasi sekitar Juni 2019. Bakal tersedia tiga kali penerbangan dalam seminggu. Kemudian apa saja komoditas ekspor asal Sulsel yang diminati orang Jepang? Lokasi wisata mana yang bakal menarik minat turis Jepang? Berikut wawancaranya:

Apa yang menarik dari pernyataan Gubernur NA di acara Nippon Day 2019?

Pernyataan Gubernur NA yang baru saja pergi ke Tokyo dan bertemu Menteri Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga. Gubernur NA berharap agar investasi dari Jepang bisa masuk ke Sulsel. Semoga beliau bakal merealisasikannya.

Bagaimana peluangnya?

Sejak Prof NA jadi gubernur, sekarang ini banyak investor Jepang yang berminat masuk dan berinvestasi di Sulsel. Mereka datang ke kantor saya untuk berdiskusi tentang peluang berinvestasi di sini. Mereka bertanya tentang berbagai potensi dan peluang investasi.

Anda perlu tahu, para investor asal Jepang itu berpikirnya lama. Mereka perlu pertimbangan yang benar-benar teliti dan detil. Tapi begitu sekali cocok, mereka berani tanam banyak modal untuk investasi. Saya yakin akan semakin banyak investor Jepang yang akan masuk Sulsel.

Baca juga:Falsafah Sayangi Tanaman Gubernur NA dan Impian buat Lejja

Apakah Anda melihat Gubernur NA begitu peduli soal hubungan Jepang-Sulsel?

Beliau sangat-sangat peduli. Prof NA sering ke Jepang untuk bertemu banyak pihak. Tidak hanya untuk urusan ekonomi, tapi juga bidang-bidang lain. Contohnya pendidikan. Beliau kemarin juga datang ke Ehime University untuk menandatangani MoU antara Pemprov Sulsel, Ehime University dan Unhas. Unhas dan Ehime sudah lima tahun kerjasama dan sekarang Pemprov Sulsel ikut terlibat.

Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah (batik cokelat), Miyakawa Katsutoshi (dua dari kanan) bersama musisi Hiroaki Kato, komedian/pesulap Akira Kimura yang pernah meraih Golden Buzzer Asia Got Talent, serta cosplayer Ola Aphrodite di acara Nippon Day 2019.

Bagaimana Anda menilai rencana Gubernur NA membuka penerbangan langsung Makassar-Osaka?

Rencana itu hebat sekali. Saya sudah dengar rencana itu langsung dari Gubernur NA. Beliau bilang sudah bicara dengan Direktur Garuda Indonesia untuk membuka penerbangan Makassar-Osaka. Saya bilang bagus sekali karena Makassar bakal menjadi keberangkatan warga asal Indonesia timur dan tidak hanya Sulsel. Selama ini mereka harus pergi ke Jakarta atau Denpasar sebelum terbang ke Jepang.

Tapi bagi saya, hal yang penting juga penerbangan kargo. Kalau ada penerbangan kargo langsung dari Makassar ke Jepang, komoditas Sulsel bisa diekspor dengan lebih cepat ke Jepang. Sebab lewat laut sekitar 14 hari, sementara pesawat hanya 5,5 jam. Pak Gubernur memang berharap ekspor komoditas dari Sulsel ke Jepang semakin banyak.

Baca juga:BJ Habibie dan Nurdin Abdullah, Dua Teknokrat Aset Nasional Kelahiran Parepare

Komoditas apa yang banyak diekspor ke Jepang?

Salah satunya hasil laut. Contohnya gurita dan udang. Bahkan ada perusahaan Jepang yang mencari gurita di sini. Kemarin gurita dari Sulsel sudah diekspor ke Jepang sebanyak 30 ton.

Bagaimana dari sisi pariwisata?

Saya yakin bakal banyak turis Jepang yang datang ke Sulsel. Sementara sekarang mereka harus transit dulu di Jakarta.  Bayangkan saja, orang Jepang di Makassar kalau mau pulang ke Jepang, mereka harus terbang ke Jakarta 2,5 jam. Transit di Jakarta bisa 3 jam – 4 jam. Kemudian Jakarta ke Tokyo 7,5 jam. Sementara Makassar ke Osaka hanya 5,5 jam. Banyak waktu yang dihemat.

Kira-kira obyek wisata Sulsel mana yang bakal disukai turis Jepang?

Toraja sangat bagus.  Kemudian saya kira Tanjung Bira. Juga pembuatan kapal Phinisi di Bulu Kumba. Saya selalu diskusi dengan Pak Gubernur NA. Saya bilang, kalau ingin banyak mendatangkan turis dari Jepang atau luar negeri, fasilitas-fasilitas umum harus diperbaiki. Seperti toilet harus bagus. Orang Jepang paling tidak suka toilet kotor.

Berapa banyak saat ini turis Jepang  yang datang ke Sulsel?

Tidak banyak. Justru lebih banyak orang dari kawasan Indonesia timur yang pergi ke Jepang. Kantor saya melayani pengurusan visa dari 10 provinsi di Indonesia timur. Setahun jumlahnya sekitar 7.500 orang.

Penerbangan langsung Makassar-Osaka juga sangat menguntungkan karena pemerintah Jepang  punya kebijakan baru membuka pasar tenaga kerja di Jepang untuk orang asing. Terutama asal Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Kebijakan ini kesempatan baik buat para tenaga ahli Indonesia untuk mengisi tenaga kerja di Jepang.

Pada intinya, penerbangan langsung Makassar-Osaka bakal membuka berbagai peluang kerjasama antara Sulsel dan Jepang di bidang ekonomi, bisnis, pariwisata, pendidikan dan bahkan budaya. Makanya saya sangat bergembira dengan rencana Gubernur NA itu.(bhimo)