Lenggok Ibu Gubernur dan Indahnya Busana Muslim Berbahan Khas Sulsel

Maret 14, 2019

Ketua Dekranasda Sulsel Liestiaty F Nurdin (baju hijau) dan Ketua FCC Andi Oci Alepuddin ikut memeragakan busana muslim berbahan dasar kain khas Sulsel. (bhimo)

Makassar, PMP – Tepuk tangan sontak membahana di Sandeq Ballroom Hotel Claro. Ketua Dekranasda Sulsel  Liestiaty F Nurdin naik ke catwalk dan ikut jalan berlenggok laiknya peragawati, bersama  para ibu anggota Family of Creative Community (FCC).

Ibu Gubernur rupanya tak mau ketinggalan untuk sejenak ikut memamerkan indahnya kain khas Toraja warna hijau yang sore itu dikenakannya, saat membuka acara Indonesia Moslem Fashion 2019, Kamis (14/3/2019).

Liestiaty didaulat naik ke catwalk untuk ikut berpose memeragakan indahnya berbagai kain khas Sulsel bersama para ibu anggota FCC yang berlatar belakang berbagai profesi. Mulai dari notaris, pengacara, profesor, dosen, hingga pebisnis.

Meski tak lagi seramping peragawati profesional, para Ibu FCC ternyata begitu percaya diri ikut memeragakan cantiknya kain khas Sulsel. Liestiaty naik ke catwalk didampingi Ketua FCC Andi Oci Alepuddin.

“Peragaan busana yang terakhir ini Big is Beautiful,” canda Liestiaty yang disambut tawa hadirin.

Ibu-ibu anggota FCC memeragakan indahnya busana muslim berbahan dasar kain khas Sulsel. (bhimo)

Sejatinya sebelum ibu-ibu FCC tampil, catwalk sudah terlebih dulu dilintasi para peragawati profesional. Mereka memeragakan berbagai rancangan busana muslim terbaru hasil karya desainer Yuanita Sabrina, Dian Risty, Mouree, atau Lia Afif. Semuanya mempergunakan kain khas Sulsel sebagai bahan baku.

“Masyarakat Sulsel ini 90 persen berhijab. Oleh sebab itu, kita sangat support para desainer yang membuat berbagai kreasi busana muslim dengan mempergunakan kain khas Sulsel. Walau kita berhijab, kita harus tunjukkan bahwa kita semua tetap cantik dengan berhijab,” kata Liestiaty pada sambutannya.

Kegiatan Indonesia Moslem Fashion digelar hingga Minggu (17/3/2019). Sandeq Ballroom dipenuhi  berbagai stan yang menjual busana muslim perempuan maupun laki-laki. Seusai membuka acara dan ikut naik ke catwalk, Liestiaty mengunjungi berbagai stan.

“Perkembangan busana muslim sangat bagus. Desain-desainnya sangat nyaman untuk para gadis dan ibu-ibu. Apalagi tadi juga sudah ada desain  Big is Beautiful. Itu tujuannya agar ibu-ibu juga bisa memilih dengan baik,” kata isteri Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah itu.

Baca juga : Ini Strategi Gubernur NA Genjot Pembangunan dan Pariwisata Sulsel

Hal yang menggembirakan, Liestiaty mengabarkan bahwa Provinsi Sulsel diundang secara khusus untuk menampilkan berbagi kain khasnya di dua perhelatan besar di Jakarta. Pertama, perhelatan Inacraft 2019 pada 3 April, di mana Sulsel diberi tempat khusus dengan Maroko untuk menampilkan berbagai kain khas andalan. Kemudian pada Mei, bakal digelar  ‘Malam Sulsel’ oleh Smesco Kementerian Koperasi dan UKM.

“Kita akan membawa kain-kain Sulsel. Mulai dari Bulukumba yang punya kain Kajang dan Bira. Juga kain khas Toraja dan Sengkang. Juga Soppeng. Inshaallah kita bawa semua,” kata Liestiaty.

Lalu mengapa mengajak ibu-ibu FCC ikut memeragakan busana di catwalk?

“Kebetulan saya Pembina FCC. Ibu-ibu kan pasti senang kalau saya ajak ke kegiatan pameran busana seperti ini. Apalagi diberi kesempatan  jadi peragawati dadakan. Selain itu, biar para pedagang yang membuka stan di sini dagangannya laku,” kata Ibu Gubernur sembari tertawa.(bhimo)