Ini Pujian Ketua Ombudsman RI buat Gubernur NA

April 1, 2019

Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah dan Ketua Ombudsman RI Prof Amzulian Rifai.

Makassar, PMP – Ketua Ombudsman RI Prof Amzulian Rifai memuji gaya kepemimpinan Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah. Sebagai seorang akademisi yang terjun dan kemudian sukses di birokrasi, gaya kepemimpinan Prof NA patut dijadikan tauladan semua pemimpin.

“Begitu mendapat undangan ke Sulsel, saya langsung putuskan bakal datang. Seluruh acara lain ditunda dulu,” kata Prof Amzulian Rifai yang disambut tepuk-tangan seluruh bupati dan wali kota di Sulsel yang hadir di Ballroom Novotel, Makassar, pada Senin (1/4/2019).

Para pemimpin di Sulsel itu berkumpul untuk menandatangani nota kesepahaman antara Ombudsman RI dengan Gubernur dan seluruh Bupati/Walikota se-Sulsel. Tujuannya membangun sinergritas dalam mendorong penyelanggaraan pelayanan publik yang berkualitas, berintegritas dan bebas maladministrasi.

Mengapa harus menunda banyak agenda lainnya?

“Karena saya senang dengan orang Sulawesi Selatan. Salah satu idola saya adalah Jenderal M Yusuf. Kebetulan saya juga pernah lama bertetangga dengan Bapak ZB Palaguna saat beliau masih menjadi Dandim di Musirawas Sumsel,” katanya.

Namun hal utama yang membuat Prof Amzulian datang ke Makassar, tak lain sosok Gubernur Prof Nurdin Abdullah (NA).  Menurutnya, Prof NA dikenal di tingkat nasional sebagai seorang akademisi yang sukses di birokrasi.

“Benar saja. Ketika tadi berbincang dengan beliau, Pak Gubernur Nurdin Abdullah menyampaikan bahwa kunci keberhasilannya di birokrasi adalah memimpin dengan hati,” kata Prof Amzulian yang kembali disambut tepuk tangan hadirin.

Nota kesepahaman antara Ombudsman RI dengan Pemprov Sulsel dan seluruh Pemkab/Pemkot. Demi menciptakan layanan publik yang prima.

Prof Amzulian sepakat dengan Gubernur NA bahwa memimpin dengan hati menjadi kunci keberhasilan menakhodai jajaran birokrasi.

“Jika pemimpinnya bekerja dengan hati, maka bisa dipastikan seluruh jajaran birokrasi di bawahnya bakal melayani rakyat dengan sepenuh hati. Tidak mungkin kesehateraan rakyat bakal tercapai kalau seorang pemimpin tidak bekerja dengan hati,” tegasnya.

Gubernur NA sendiri menyampaikan bahwa MoU dengan Ombudsman RI bertujuan mewujudkan layanan cepat kepada masyarakat. “Kita ingin memberikan layanan prima,” katanya.

Prof Amzulian sempat menjelaskan bahwa Ombudsman RI yang dibentuk melalui UU Nomor 37 Tahun 1996, bertugas mengawasi pelaksanaan hukum yang diselenggarakan seluruh kementerian dan lembaga, bahkan perseorangan yang diberi wewenang khusus untuk menangani pelayanan publik. Termasuk BUMN atau BUMD  yang seluruh atau sebagian pendanaannya berasal dari APBN atau APBD.

Total di seluruh dunia terdapat 174 Ombudsman yang berasal dari 96 negara. “Ada beberapa negara yang memiliki lebih dari satu Ombudsman,” pungkasnya.(bhimo)