Ini Kiat Lolos Wawancara Kerja

April 10, 2019

 

Surabaya, PMP – Lolos seleksi lowongan kerja agaknya tak cukup berbekal ilmu tinggi dan otak cerdas. Ketatnya persaingan menuntut para pelamar kerja memiliki trik khusus agar mampu memikat pencari kerja.

Hal itu diungkapkan Rektor Universitas NU Surabaya (Unusa) Prof Dr Ir Achmad Jazidie, saat membuka workshop  ‘Penulisan CV, Surat Lamaran dan Interview Kerja’, di Aula Kampus A Lantai 3 Unusa, Jalan SMEA No. 57 Surabaya, Selasa (9/4/2019).

“Kebenaran yang tak terorganisir dengan baik akan kalah dengan kebatilan yang terorganisir dengan baik. Kalau orang pintar tak bisa tampil meyakinkan, dia bisa dikalahkan oleh orang yang biasa tapi mampu tampil meyakinkan,” kata Rektor.

Menurut Prof Achmad Jazidie, seseorang yang mampu tampil well-organized bakal berpeluang lebih besar untuk berhasil. Dia pun mencontohkan  filosofi masyarakat Jepang yang selalu mengerjakan sesuatu dengan sungguh-sungguh. Mereka melakukan persiapan sangat matang dan detil untuk membuat sebuah keputusan.

“Untuk masuk dunia kerja mahasiswa tak cukup hanya pintar dan ahli, namun juga harus bisa tampil meyakinkan. Agar bisa tampil meyakinkan, ya harus disiapkan segala sesuatunya dengan baik. Saat menghadapi interview, mahasiswa harus tampil meyakinkan karena itu yang memberi kesan pertama,” paparnya.

Rektor pun mengimbau para mahasiswa agar saat wawancara tidak berangkat dengan tangan kosong. Harus membekali diri dengan banyak informasi dan data-data akurat agar mantap dalam melangkah.

Pendapat Rektor  dibenarkan  Drs Ec Ahmad Cholis Hamzah, dosen Management Strategic yang juga menjadi pemateri. Menurut Manajer dan Kerja Sama Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya itu, para pelamar kerja harus memahami pentingnya AIDA (Attention, Interest, Desire, Action).

Pelamar harus mampu mengemukakan sesuatu yang bermanfaat dari dirinya, sehingga menarik minat pihak pencari kerja. Pelamar harus mampu menjelaskan relevansi dirinya atau memasarkan potensi diri.

Maka sebuah surat lamaran kerja harus menunjukkan kepercayaan diri yang kuat, serta  mengeksplorasi potensi diri. Tak cukup memaparkan info personality dan skill, namun juga dibutuhkan software (facebook dan Instagram), kemampuan berbahasa (language), experience, education, hingga interest.

“Hobi dan minat yang positif perlu dicantumkan. Lucu kalau yang namanya mahasiswa tidak memiliki minat pada sesuat. Contohnya kuliner, itu bukan hal remeh. Asal bisa menjelaskan dengan baik, niscaya bakal menjadi daya tarik,” paparnya.

Jadikan sebuah wawancara kerja menjadi diskusi menarik. “Tatap muka si pewawancara, kemukakan pendapat secara positif, jangan introvert, gambarkan diri dengan menunjukkan sesuatu yang positif dan memiliki kekuatan,” katanya. (humas Unusa)