Wedding Exhibition Hadirkan Prosesi dan Filosofi Pernikahan Tradisional

Mei 18, 2019

Arumi Bachsin, ibu Wagub Jatim sekaligus Ketua Tim Penggerak PKK Jatim membuka Wedding Exhibiton di di Dyandra Convention Hall Surabaya, Jumat (17/5).

 

Surabaya, PMP – Prosesi pernikahan tradisional bidaya Nusantara dikenal sarat dengan banyak filosofi kehidupan. Sayang, budaya modern yang ingin serba cepat dan simpe terkadang melupakan filosofinya.

Untuk menginspirasi kembali sekaligus mengenalkan kepada masyarakat luas , tingginya  filosofi budaya Nusantara, Mitra Flower Decoration Wedding Exhibition. Sebuah pameran bertajuk “Mitra Pernikahan Indonesia” di Dyandra Convention Hall Surabaya, Jumat (17/5).

Pameran pernikahan terlengkap yang menghadirkan ragam inspirasi mengenai pesta pernikahan ini adalah wujud pelestarian warisan budaya Nusantara bangsa. Sebuah ikhtiar dari pelaku industri kreatif untuk memupuk kebanggaan nasional dan memperkokoh jati diri bangsa.

Ketua Himpunan Perusahaan Penata Tata Acara Indonesia (Hastana) Agus Budi Sentosa mengatakan, Mitra Pernikahan Indonesia adalah puncak tradisional elegan. “Pameran ini sebagai wujud ucap terimakasih kepada para pemangku adat, perias dan MC tradisional,” kata dia.

Pameran yang berlangsung tiga hari ini juga akan digelar pernikahan tradisional. Dimana akan diinformasikan pada masyarakat tentang edukasi gelar tradisional yang dikemas dengan pernikahan adat Surakarta, beserta narasi arti dan isyaroh-isarohnya yang sangat elegan. Peserta yang hadir akan diberikan pemahaman tentang prosesi dalam pernikahan seperti balangan gantal, injak telor, pangkon timbang dan sebagainya yang isyarohnya adalah seluruh kebaikan untuk calon penganten dan calon keluarga baru.

“Kami memberikan satu edukasi bahwa tradisional itu elegan, tidak kuno, tidak ketinggalan zaman. Karena dalam setiap pergerakan step by step prosesi ada banyak doa dan harapan yang besar di situ. Itu yang belum diketahui temen-temen muda atau calon penganten. Kalau mereka tau itu maka mereka akan cari tradisional itu,” kata Agus.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Jasa Dekorasi Indonesia (Aspedi) Sumitro mengatakan, pagelaran sengaja dihelat untuk meluruskan pemahaman budaya nusantara yang mengalami pergeseran dan membuat eksistensi budaya Nusantara mengalami kemerosotan.

“Kenapa kami adakan pagelaran itu, karena keprihatinan kami, sekarang ini booming temen-temen muda itukan sudah mau bisnis ini. Tapi ternyata mereka belum tahu dasar-dasarnya, filosofinya apa. Nah, kami nanti memberikan edukasi kepada mereka,” jelas dia.

Pagelaran akan diawali dengan mengangkat Solo dahulu. Mulai dari tata cara siraman, midodaren dan teluk panggihnya. Sedangkan untuk shownya akan dipertunjukkan banyak adat dari nusantara hingga makna setiap batik yang dipakai.

“Jadi jangan sampai jarit yang mestinya dipakai untuk orang tua dipakaian untuk penerima tamu. Jarit penerima tamu dipakaikan ke orangtua. Jangan sampai batik untuk mendatangi orang mati dipakai untuk mantenan,” kata Sumitro.

Pameran “Mitra Pernikahan Indonesia” ini diikuti 80 Vendor pernikahan. Acara pameran ini akan diisi dengan berbagai kegiatan diantaranya penampilan karya dekorasi wedding terbaik dari vendor ternama, Fashion Show pengantin Tradisional dan Pengantin Hijab, Pertunjukan seni dan budaya Nusantara khususnya Jawa, menampilkan produk-produk unggulan di bidang kecantikan, kebutuhan pernikahan dan fasilitas pendukung pernikahan lainnya.

Sebagai penunjang untuk menarik customer dan meningkatkan transaksi, pameran ini memberikan Grand Prize 1 Unit Mobil DATSUN GO yang akan diundi pada akhir pameran, yakni pada tanggal 19 Mei 2019. Transaksi DP minimum Rp1 juta akan mendapatkan 1 kupon undian yang berlaku untuk kelipatannya. (hps)