Dualisme Kepemimpinan di Pemprov Sulsel Kabar Hoax

Juli 10, 2019

Wagub Andi Sudirman Sulaiman dan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah di peringatan Hari Bhayangkara ke-73, di Lapangan Karebosi, Makassar, Rabu (10/7/2019).

Makassar, PMP – Tidak benar ada dualisme kepemimpinan di Pemprov Sulsel. Hubungan pribadi antara Gubernur Nurdin Abdullah dan Wagub Andi Sudirman Sulaiman tetap harmonis. Bahkan keduanya tetap berkerja sama secara profesional demi merealisasi berbagai program kerja yang diusung saat kampanye Pilgub Sulsel 2018.

“Tidak benar kalau hubungan pribadi dan kerjasama di antara beliau berdua tidak harmonis. Apalagi jika dikabarkan ada dualisme kepemimpinan. Itu jelas hoax. Kami yakin Wagub tak pernah berpikir untuk menyaingi Gubernur,” kata Muhammad Ansar, Ketua Koordinator Relawan Prof Andalan Jaya Sulawesi Selatan (JSS), di Makassar, Rabu (10/7/2019).

Gubernur maupun Wagub terus berkoordinasi dalam menjalankan roda pemerintahan. Dan bahkan keduanya sering tampil bersama di berbagai kegiatan seremonial. “Pagi tadi misalnya, beliau berdua hadiri upacara Hari Bhayangkara ke-73 di Lapangan Karebosi,” kata Well, panggilan akrabnya.

Baca juga: Bahas Persoalan Mutakhir, KH Sanusi Baco Doakan Gubernur Nurdin Abdullah

Masih menurut Well, tudingan dualisme kepemimpinan gara-gara munculnya pelantikan 193 pejabat oleh Wagub terlalu berlebihan. “Apalagi persoalan itu sudah ditangani dan diluruskan oleh Kemendagri. Wagub toh bisa menerima dan memohon maaf karena sebenarnya hanya kesalahan administrasi kepemerintahan,” tambahnya.

Menurut Well, dirinya dan 23 Koordinator Kabupaten Relawan JSS yang menjadi motor pendukung Prof Andalan di Pilgub Sulsel 2018, merasa terganggu dengan terus bergulirnya persoalan pelantikan 193 pejabat yang sebenarnya sudah selesai. Apalagi persoalan itu dijadikan dasar mengeluarkan Hak Angket oleh DPRD Sulsel.

Baca juga: Yusril Sarankan Gubernur Sulsel Ladeni DPRD dan Hak Angketnya

“Beberapa dari kami sudah berkomunikasi dengan Pak Gubernur maupun Pak Wagub. Beliau berdua justru tertawa ketika kami tanya soal dualisme kepemimpinan. Artinya, memang ada pihak-pihak tertentu yang berupaya membuat gaduh dan mengganggu kinerja Gubernur maupun Wagub,” paparnya.

Oleh sebab itulah, para Relawan JSS berkomitmen untuk terus mengawal Gubernur dan Wagub yang tengah bekerja demi memajukan Sulsel dan memperjuangkan kemaslahatan banyak orang. “Kalau memang ada pihak yang terus-menerus mengusik, kami pasti tak akan tinggal diam,” pungkasnya.(gading)