Ekspor Komoditi Perikanan Sulsel Melenting 533 Persen, Berkat Direct Call

Juli 15, 2019

Para nelayan bergembira Gubernur Sulsel bakal membuat kebijakan yang menyejahterakan mereka, saat Temu Akbar dan Tudung Sipulung Nelayan se-Sulsel, di Pelabuhan Untia, Makassar, Senin (15/7/2019)’.

Makassar, PMP  – Kebijakan Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah menjadikan New Port Makassar pelabuhan direct call yang bisa melakukan ekspor dan impor secara langsung tanpa singgah di pelabuhan manapun mulai berbuah. Jumlah ekspor komoditas perikanan Sulsel sepanjang semester I 2019 melenting 533 persen.

Jika dibandingkan semester I 2018, nilai ekspor komoditas perikanan Sulsel sepanjang Januari hingga Juni 2019 meningkat drastis. Jumlah ekspor semester I 2018 sebanyak 1.298 ton, sementara semester I 2019 naik menjadi 4.039 ton.

“Alhamdulillah berkat direct call atau ekspor langsung dari New Port Makassar sejak empat bulan lalu, jumlah ekspor komoditi hasil laut kita meningkat 533 persen,” kata Gubernur Nurdin Abdullah saat menghadiri Temu Akbar dan Tudung Sipulung Nelayan se-Sulsel, di Pelabuhan Untia, Makassar, Senin (15/7/2019).

Komoditas hasil laut yang diekspor, menurut Kepala Balai Besar Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Ir Siti Chadijah, di antaranya ikan tuna, udang, atau rumput laut. Sementara negara tujuan eskpor di antaranya Korsel, Vietnam, atau Jepang.

 

Menurut Gubernur NA, naiknya jumlah komoditi hasil laut merupakan hasil kerja para nelayan di Sulsel. Oleh sebab itu, para nelayan harus mendapat perhatian lebih agar meningkat tingkat kesejahteraan hidupnya.

“Para nelayan tidak layak miskin. Nelayan sudah terlalu lama miskin, sementara di depan mata tersedia sumber daya laut nan kaya dan berlimpah,” kata Gubernur NA.

Gubernur NA berjanji bakal memperjuangkan kejahteraan para nelayan. “Insha Allah saya masih punya waktu empat tahun. Insha Allah para nelayan Sulsel akan berubah lebih sejahtera,” katanya disambut meriah para nelayan dan keluarganya yang ikut hadir.(gading)