Menteri PUPR Gelontorkan Rp 1 Triliun Dukung Infrastruktur Gubernur Sulsel

Juli 16, 2019

Kadis Bina Marga Prof Rudy Jamaluddin, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah dan Bupati Luwu Basmin Mattayang meninjau jalan alternatif Bua – Rantepao yang bakal dijadikan dua jalur dan empat lajur.

Makassar, PMP  – Pagu anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dari APBN sebesar Rp 1 triliun disiapkan Menteri Basuki Hadimuljono untuk mendukung pembangunan  infrastruktur yang sedang digenjot Gubernur Nurdin Abdullah di Sulsel. Anggaran bakal diprioritaskan untuk membuka akses jalan Bandara Bua (Luwu)-Rantepao (Toraja Utara) dan Seko-Sabang di Luwu Utara yang selama ini terisolasi.

“Pak Menteri PUPR siapkan anggaran infrastruktur Rp 1 triliun buat Sulsel. Kita nanti bakal prioritaskan untuk membuka akses jalan Bua-Rantepao dan Seko-Sabang (Lutra) yang sejak kemerdekaan terisolasi,” kata Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (NA), di Makassar, pada Selasa (16/7/2019).

Menurut Gubernur NA, Menteri PUPR mengundangnya ke Jakarta untuk meminta program prioritas pembangunan infrastruktur di Sulsel. “Saya ajak Prof Rudy Jamaluddin yang baru saja dilantik menjadi Kadis Bina Marga Sulsel. Pak Menteri meminta program prioritas kita. Beliau bilang tidak usah banyak yang penting fokus,” katanya.

Gubernur NA pun mengajukan pembangunan jalan Seko-Sabang sepanjang 130 km dan pembukaan akses Bandara Bua-Rantepao sekitar 64 km. Pembangunan jalan Seko-Sabang diprediksi membutuhkan anggaran Rp 250 miliar, sedangkan Bua-Rantepao Rp 500 miliar.

Kadis Bina Marga Sulsel Prof Rudy Jamaluddin mengatakan, meski ruas jalan Bua-Rantepao lebih pendek, namun anggarannya lebih besar karena Gubernur  NA menginginkan jalan dua jalur dan empat lajur.

“Maklum itu nantinya merupakan akses pariwisata dari Bandara Bua menuju Toraja dan sebaliknya. Pasti bakal menggenjot pertumbuhan ekonomi di Toraja dan Luwu,” kata Prof Rudy, Sabtu (13/7/2019).

Menurut Prof Rudy, anggaran Rp 1 triliun dari Kementerian PUPR sejatinya merupakan alokasi APBN satuan III untuk Sulsel yang bakal ditetapkan pada akhir tahun ini. Dana bakal mulai cair pada awal 2020.  “Nah, kami harus terus kawal dana tersebut agar aman sampai penetapan pada akhir tahun 2019 ini,” katanya.

Kelebihan anggaran bakal dipergunakan untuk pembangunan jalan Compong-Larompong di Sidrap sepanjang sekitar 40 km dan Parigi-Bungoro di Pangkep sekitar 60 km.

Sebenarnya saat ini, lanjut Prof Rudy, keempat ruas jalan itu sudah mulai dikerjakan menggunakan dana APBD Sulsel. Suntikan dana Rp 1 triliun dari Kementerian PUPR tentu bakal mempercepat penuntasan keempat jalan tersebut.

Gubernur NA pun sudah mematok target agar keempatnya mulai bisa beroperasi pada akhir 2020. “Nanti mobil pertama yang bakal melalui jalan Seko-Sabang yang selama ini terisolir adalah mobil Gubernur Sulsel. Hahaha…,” kata Gubernur NA.(bhimo)