Gubernur Nurdin Abdullah Sukses Tarik Aset Rp 2,8 Triliun dari Lippo Group

Juli 17, 2019

James Riady (Vice Chariman Lippo Group) dan Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah. (Anzhar/Humas Pemprov Sulsel)

Makassar, PMP – Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah sukses menarik aset senilai Rp 2,8 triliun di Makassar dari PT Gowa Makassar Tourism Development (GMTD) Tbk yang merupakan anak perusahaan Lippo Group. Kedua aset berupa jalan sepanjang 7 km di kawasan elite Metro Tanjung Bunga, plus areal Stadion Barombong seluas 3,35 Ha telah diserahkan kepada Pemprov Sulsel.

“Kata kuncinya agar pihak Lippo Group bersedia mengembalikan aset adalah tidak ada dusta di antara kita,” kata Gubernur Nurdin  Abdullah (NA), pada seremonial penyerahan kedua aset, di Baruga Lounge, Kantor Gubernur Sulsel, pada Rabu (17/7/2019).

James T Riady, Vice Chairman Lippo Group, turut hadir pada acara serah terima dua aset tersebut. Dia didampingi elite GMTD yang selama ini memiliki sertifikat hak guna bangunan atas kedua aset. Sebut saja Preskom GMTD Didik J Rachbini dan Presdir GMTD Andi Anzhar Cakra Wijaya. GMTD sendiri saham terbesarnya dikuasai PT Lippo Karawaci Tbk.

Tidak ada dusta di antara kita yang dimaksud Gubernur NA adalah komitmen pemerintah dalam mengurus berbagai aset yang dikembalikan untuk dimanfaatkan bagi sebesar-besarnya kepentingan masyarakat. Termasuk mempermudah berbagai perizinan bagi kalangan pengusaha, sepanjang tidak menyalahi hukum dan perundangan.

“Saya jalin komunikasi dengan Pak James. Beliau bilang, Pak Nurdin kalau gubernurnya bukan Anda, mungkin dua aset ini belum akan kami kembalikan,” kata Gubernur NA yang disambut tawa James Riady.

Stadion Barombong selama delapan tahun dibangun di atas tanah milik PT Gowa Makassar Toruism Development Tbk milik Lippo Group. (Humas Pemprov Sulsel)

Menurut Presdir GMTD Andi Anzhar Cakra Wijaya, aset jalan di Metro Tanjung Bunga saat ini nilainya sekitar Rp 5 juta – Rp 9 juta per meter persegi. Jauh melenting dibanding harga saat awal GMTD membeli di tahun 1991 yang masih berupa rawa dan semak belukar.

Sementara Preskom Didik J Rachbini menyatakan, pihaknya mengembalikan aset kepada Pemprov Sulsel setelah melihat visi Gubernur Nurdin Abdullah dalam membangun infrastruktur. “Apalagi beliau membuktikan sanggup memangkas birokrasi perizinan di Sulsel yang sebelumnya berbelit,” katanya.

 

Gubernur NA sendiri telah memutuskan jalan Metro Tanjung Bunga yang berada di sepanjang bibir Pantai Losari untuk dijadikan landmark Kota Makassar. Yakni membangun pedestrian  selebar 10 meter, sehingga masyarakat dan turis bisa menikmati indahnya Pantai Losari sembari berjalan kaki.

Tak hanya itu, pembangunan Stadion Barombong yang telah menghabiskan dana APBD Rp 200 miliar dan APBN Rp 16 miliar, tampaknya juga bakal segera tuntas. Stadion Barombong yang dibangun di bibir Pantai Losari, terletak di selatan Metro Tanjung Bunga.

“Bayangkan saja, kita selama 8 tahun membangun Stadion Barombong di atas tanahnya GMTD. Ahamdulillah, sekarang kita tinggal menunggu audit fisik untuk melanjutkan pembangunan Stadion Barombong,” kata Gubernur NA.

Setelah kedua aset dikembalikan, maka rencana membangun jembatan menuju Stadion Barombong untuk mengurai kemacetan tampaknya bakal semakin mulus. Makassar pun bersiap memiliki dua landmark yang layak dibanggakan, kawasan pedestrian Metro Tanjung Bunga dan Stadion Barombong.(gading)