Kenangan Romantis Malino Gubernur Nurdin dan Bupati Adnan

Juli 18, 2019

Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah dan Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan di bawah kerindangan hutan pinus Malino.

Gowa, PMP – Kawasan hutan pinus di perbukitan Malino agaknya menyimpan kenangan romantis bagi Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah dan Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan.

Keduanya menyampaikan kenangan manis masing-masing saat pembukaan festival seni dan budaya ‘Beautiful Malino 2019′, di panggung utama, di kawasan wisata hutan pinus Malino, Gowa, akhir pekan lalu. Perhelatan tahunan ketiga Pemkab Gowa ini bertema ‘Romantic’.

Agaknya terbawa nuansa tema romantis dan indahnya hutan pinus, Gubernur NA dan Bupati Adnan pun menyampaikan kenangan indah mereka bersama pasangan masing-masing.

“Malino ini sejak dulu dikenal cantik. Bahkan saya dan Ibu Lies (Lies Fachruddin, isteri Gubernur NA), kami resmi jadian dan mulai berpacaran di Malino ini,” kata Gubernur NA sembari tertawa. Hadirin menyambut riuh dan tawa. Sebagian milenial bahkan bersiul dan bersuit.

Bupati Adnan (kiri) mendampingi Gubernur Nurdin Abdullah yang menabuh gendang untuk membuka festival seni dan budaya ‘Beautiful Malino 2019’.

Gubernur NA agaknya terbawa candaan yang sebelumnya disampaikan Bupati Adnan di atas panggung. Saat menyapa para tamu penting, Adnan menutupnya dengan sapaan mesra ke istri tercinta dr Priska Paramitha yang duduk di antara tamu undangan.

“Tentu tak lupa isteri yang paling saya sayangi,” kata Bupati Adnan.

Para gadis yang hadir sontak berteriak-teriak. Maklum, Bupati Adnan yang baru berusia 33 tahun memang tampan dan selalu berpenampilan bak selebritis.

Adnan pun melontarkan candaan,” Yang teriak-teriak pasti masih jomblo.” Para milenial makin histeris.

Adnan tak berhenti. Dia kemudian memaparkan bagaimana dia dan dr Priska masih sering ke Malino untuk merawat kisah cinta mereka.  Dia kemudian melontarkan sebuah pantun, yang menurutnya, khusus buat para jombloer yang hadir.

“Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. Yang lain sudah ke penghulu, kenapa kamu masih sendirian?” candanya sembari tertawa.

Hadirin sontak terbahak dan menjadi riuh. Suasana sejuk perbukitan pinus Malino pun terasa hangat.(gading)