Ini Fungsi Kandungan Air Mineral Buat Tubuh Kita

September 30, 2019

Surabaya, PMP – Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi bahwa mengonsumsi air yang tidak mengandung mineral dapat meningkatkan risiko osteoporosis, hipertensi, serangan jantung dan hipotiroid. Air mineral –air minum dalam kemasan (AMDK) yang paling mudah didapat– mengandung natrium, kalsium, zinc, florida, magnesium, kalium dan silica yang sangat dibutuhkan tubuh.

“Natrium menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh, magnesium menjaga sistem kardiovaskuler, sementara kalsium menjaga kesehatan tulang,” kata Ketua Indonesian Hydration Working Group (IHWG) Dr dr Diana Sunardi Mgizi SpGK, pada Hydration Talk ‘Mengenal Jenis dan Manfaat Air Minum dalam Kemasan di Indonesia’ yang digelar di Surabaya, Senin (20/7/2019).

Lebih lanjut dr Diana menjelaskan, kalium bermanfaat untuk sistem saraf dan otot, zinc untuk pembentukan sel dan enzim, florida mencegah karies gigi, sementara silica membantu memperkokoh jaringan.

“Penting diingat bahwa air minum bakal memenuhi hidrasi sehat. Mengonsumsi air mineral yang biasa saja, sudah sangat bermanfaat untuk mendukung upaya menjaga kesehatan tubuh,” tandasnya.

AMDK merupakan produk yang diatur secara ekstensif karena mempunyai peran yang sangat penting dalam kesehatan masyarakat. Berbagai jenis AMDK yang dipasarkan di Indonesia. Empat di antaranya adalah air mineral, air demineral, air oksigen, serta air alkali (pH tinggi).  Keempatnya memiliki karakteristik yang berbeda-beda.

“Untuk jenis air demineral, air dengan pH tinggi, maupun air dengan tambahan kandungan oksigen, masih memerlukan dukungan kajian ilmiah untuk mengetahui bahwa jenis-jenis air tersebut memberikan manfaat kesehatan lain. Saat ini belum ada bukti klinis, ilmiah, atau publikasi klinis ilmiah tentang jenis tipe air tertentu untuk manfaat kesehatan,” tegasnya.

Sementara itu, dr Nurul Ratna Mutu Manikam Mgizi SpGK, Ketua Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia mengatakan, meminum air yang cukup sangatlah penting untuk keseimbangan pengaturan proses biokimia, pengaturan suhu tubuh, pelarut, pembentukan sel, pelumasan sendi dan bantalan organ tubuh, serta media transportasi zat energi dan sisa metabolisme.

“Kita harus memenuhi kebutuhan air dengan rekomendasi delapan gelas sehari untuk mencegah dehidrasi atau ketidakseimbangan kebutuhan cairan tubuh yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan,” katanya.

Gangguan kesehatan jangka pendek seperti penurunan konsentrasi, kelelahan, atau sembelit. Sementara gangguan jangka panjang adalah gangguan ginjal (batu ginjal, penyakit ginjal kronis), infeksi saluran kemih, hingga risiko kegemukan.

Pembicara lainnya, dr Tria Rosemiarti, Hydration Science Director PT Tirta Investama menjelaskan, Danone-AQUA menjaga komitmen dengan berbagai pihak seperti IHWG atau Universitas Indonesia dan beberapa universitas lain, bakal terus memberikan edukasi dalam membantu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kebiasaan minum air yang sehat di Indonesia.(hps)