Wawali Subulusssalam: Kongres Hamzah Fansuri Bukti Rakyat Aceh Bangga Punya Aulia dan Sastrawan Besar

Oktober 7, 2019

Wakil Wali Kota Subulussalam Drs Salmaza MAP (kiri) dan H Sairun SAg (Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan).

Subulussalam, pmp  – Wakil Wali Kota Subulussalam Drs Salmaza MAP mendukung rencana memuliakan Syekh Hamzah Fansuri melalui Kongres Kebudayaan Internasional Hamzah Fansuri (KKIHF) yang bakal digelar bertepatan HUT Kota Sada Kata pada 14 September 2020. Presiden Jokowi  diharapkan hadir pada acara puncak KKIHF untuk meresmikan Kota Subulussalam sebagai Kota Hamzah Fansuri.

“Sudah saatnya kita semua, khususnya pihak pemkot dan seluruh masyarakat Subulussalam lebih memuliakan Syekh Hamzah Fansuri sebagai Aulia dan Bapak Sastra dan Bahasa Melayu,” kata Wawali Salmaza di hadapan para peserta rapat panitia KKIHF yang digelar di Gedung Bappeda Subulussalam, pada Senin (7/10/2019).

Menurut Wawali Salmaza, kongres kebudayaan juga bakal menjadi bukti bahwa seluruh rakyat Aceh bangga memiliki Hamzah Fansuri. Sebelumnya, Wali Kota Subulussalam H Affan Alfian Bintang SE sudah lebih dulu menyatakan dukungan digelarnya kongres kebudayaan internasional untuk memuliakan Syekh Hamzah Fansuri.

Rapat kedua panitia Kongres Hamzah Fansuri dipimpin Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Subulussalam H Sairun SAg. Turut hadir para pejabat dan tokoh masyarakat Kota Subulusalam.

Mereka di antaranya Abdurrahmansyah (Kadisporapar), Alfian (Kabid Pariwisata), Saiban Gafar (Kadis Arpus), HM Idris (Majelis Adat Aceh), M Ugot Pinem (Ketua Dewan Kesenian Aceh), Buyung Azhari (tokoh masyarakat), Baginda Nasution (akademisi), Edi Sahputra (KNPI), Jhoni Arizal (Camat Simpang Kiri), Musjoko (Sekretaris PUPR), Alqudri (aktivis), juga Ardhiyanto (perwakilan pemuda).

Suasana rapat panitia Kongres Kebudayaan Internasional Hamzah Fansuri di Gedung Bappeda Kota Subulussalam, Senin (7/10/2019)..

Rapat kedua panitia Kongres Hamzah Fansuri sudah makin mengerucut membahas rangkaian kegiatan KKIHF yang direncanakan digelar sejak Januari 2020. Rencana rangkaian kegiatan KKIHF dipaparkan pihak konsultan media Dua Dua Mulia yang diwakili Kukuh Bhimo Nugroho dan Salman Alfarisyi.

Syekh Hamzah Fansuri yang dimakamkan di Kampong Oboh, Kecamatan Runding, merupakan ulama besar yang hidup di akhir abad 16 hingga awal abad 17. Dia melakukan syiar Islam di Aceh dan Sumatera. Dia juga dikenal sebagai sastrawan besar yang memperkenalkan syair berima a-a-a-a yang belakangan digemari para sastrawan Indonesia.

Peserta rapat menyepati, perhelatan Kongres Hamzah Fansuri bakal menjadi momentum memuliakan Syekh Hamzah Fansuri dengan menetapkan Kota Subulussalam sebagai Kota Hamzah Fansuri. Selain itu, juga menjadi momentum menjadikan Kota Subulussalam sebagai destinasi wisata religi dan budaya bertaraf nasional dan internasional. Wisata religi diharapkan bakal mendorong tumbuhnya perekonomian warga setempat dan Kota Subulussalam.

“Kami sangat berharap Kongres Hamzah Fansuri bakal didukung  sepenuhnya oleh Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah dan Wali Nanggroe PYM Malik Mahmud Al-Haythar. Sebab momentum kongres bakal menunjukkan kepada masyarakat Indonesia dan dunia bahwa rakyat Aceh memiliki seorang aulia dan sastrawan besar. Kita semua harus bangga dan mendukung perhelatan kongres,” papar Wawali Salmaza.

Rangkaian perhelatan Kongres Hamzah Fansuri  bakal dimulai pada Januari 2020 hingga puncak acara KKIHF pada September 2020. Kegiatan yang bakal digelar menuju kongres di antaranya forum grup diskusi dengan kalangan alim ulama, cendekiawan, milenial dan stake holder pariwisata. Juga memperbaiki sarana dan prasarana di areal makam Syekh Hamzah Fansuri.

Panitia berencana segera menyelesaikan proposal kegiatan dan segera membawanya ke ke Plt Gubernur Aceh dan Wali Nanggroe. Pihak panitia sangat berharap kedua pemimpin rakyat Aceh itu bakal memberikan dukungan sepenuhnya, sehingga perhelatan di tahun 2020 bisa terealisasi. (hps)