Gus Dur Berjuang Agar Umat Islam Ramah Terhadap Umat Agama Lain

November 24, 2019

Menko Polhukam Mahfud MD melakukan tabur bunga di makam Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Waahid atau Gus Dur, di Ponpes Tebuireng, Jombang, Sabtu (23/11/2019). (merdeka.com)

Jombang, PMP – Gus Dur atau KH Abdurrahman Wahid, Presiden RI ke-4, merupakan pejuang demokrasi Islam yang membuat umat Islam ramah dan menghargai perbedaan dengan umat agama lain. Sebab bagi Gus Dur, perbedaan merupakan ciptaan Tuhan sehingga perbedaan akan terjadi sepanjang masa.

“Dia (Gus Dur) adalah demokrat, adalah nasionalis sejati. Bapak pluralisme yang mengutamakan kebersamaam dalam perbedaan,” kata Menko Polhukam Mahfud MD saat berziarah di makam Gus Dur, di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, pada Sabtu (23/11/2019).

Menurut Mahfud, sepanjang hidupnya Gus Dur dikenal sebagai sosok yang merangkul setiap perbedaan di tanah air. Gus Dur merupakan sosok yang memegang teguh pluralisme.

Menkopolhukam pun mengajak bangsa Indonesia meneladani sosok Gus Dur. Hal itu penting sebagai bekal menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang bhinneka tunggal ika.

“Saya ingin membawa pesan ini ke masyarakat, saya ke sini makam (Gus Dur) mudah-mudahan memberi pesan simbolik,” tegas Menkopolhukam.(gdn)