Mak Erot Dijadikan Wisata Kebugaran, Tompi Kritik Menkes

November 26, 2019

Penyanyi Tompi yang juga dokter bedah plastik. (youtube)

Jakarta, PMP – Tompi, penyanyi yang juga dokter bedah plastik, mengritik pernyataan Menteri Kesehatan yang menyebut terapi tradisional Mak Erot bisa dijadikan wisata kebugaran. Tompi mengaku sering menangani pasien lelaki yang mengeluh karena bentuk kemaluannya menjadi aneh setelah terapi.

“Karena kita sebagai dokter bedah plastik sering mendapatkan korban Mak Erot. Meskipun saya nggak tahu itu, Mak Erot yang dimaksud Mak Erot yang sama atau tidak. Bisa saja orang yang berbeda. Tapi para korban sering menjual nama Mak Erot,” kata Tompi, di Jakarta, Senin (25/11/2019).

Menurutnya, tidak mungkin kemaluan bisa membesar hanya dengan teknik pengurutan.

“Tidak mungkin dengan diurut doang tiba-tiba kemaluan gede. Ternyata ada sesuatu yang disuntikan. Mengurut sambil dia nyuntik. Kemudian bisa tumbuh jaringan baru dan bentuk kemaluan jadi nggak karuan,” tambahnya.

Para pasien itu kemudian mendatangi dokter bedah plastik meminta jaringan baru dibersihkan.

“Dan sering orang yang datang ke dokter bedah minta jaringan itu dibersihkan. Mudah-mudahan yang kita omongin bukan Mak Erot yang sama ya,” harapnya.

Kritik Tompi dilontarkan terkait pernyataan Menkes dr Terawan Agus Putranto yang melontarkan ide membuat wisata kesehatan yang diyakini bakal menggenjot jumlah kedatangan wisatawan asing.

Sebelumnya Menkes mengatakan, pihaknya mendukung Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif membuat peta jalan pengembangan wisata kesehatan.  Ada empat hal yang dianggapnya berpotensi menjadi daya pikat. Yakni wisata medis, wisata kebugaran dan jamu, wisata olahraga pendukung kesehatan, serta wisata ilmiah kesehatan.

Khusus wisata kebugaran dan jamu, dr Terawan mempunyai ide mengemas kegiatan kesehatan berkelas internasional untuk mempromosikan jamu dan teknik kebugaran yang sudah ada di Indonesia.

“Rajin-rajinlah membuat kongres-kongres internasional. Banyak contohnya. Mau Tongkat Ali, mau Purwaceng, mau Mak Erot pakai teknik-teknik yang lain, yang segar, yang gampang, yang memudahkan orang asing mau datang,” papar Menkes dr Terawan.

Pemaparan itulah yang agaknya dikritisi Tompi. “Saya berharap itu bercanda. Karena kalau itu serius, berarti beliau nggak tahu Mak Erot ngapain,” kata Tompi.(gdn)