Nilai Presiden Sembrono, Orang Terkaya Kedelapan AS Tantang Trump

November 26, 2019

Michael Bloomber calonkan diri jadi Presiden AS. (mikebloomberg.com)

Jakarta, PMP – Michael Bloomberg, orang terkaya ke-8 di AS dengan total kekayaan US$ 53,4 miliar, mencalonkan diri untuk menantang Donald Trump pada Pemilihan Presiden AS tahun depan. Bloomberg sebut Trump sembrono dan tidak etis.

“Saya bakal mencalonkan diri sebagai presiden untuk mengalahkan Donald Trump dan membangun kembali Amerika,” kata Michael Bloomberg, miliarder media yang juga mantan Wali Kota New York, pada Minggu (24/11/2019).

Menurut Bloomberg, rakyat AS tidak bisa menanggung empat tahun lagi di bawah Trump. “Kita tidak bisa menanggung empat tahun lagi dari tindakan sembrono dan tidak etis Presiden Trump,” kata pria berusia 77 tahun ini seperti dikutip Reuters.

Bloomberg bakal bersaing dengan calon Demokrat lain seperti Joe Biden (mantan Wakil Presiden), Pete Buttigieg (Wali Kota South Bend), serta Senator A Elizabeth Warren dan Bernie Sanders. Bloomberg sebagai pendiri dan CEO perusahaan media terkemuka Bloomberg LP, tentu saja memiliki keunggulan finansial dibanding para rivalnya.

Menurut juru bicara kampanyenya,  Bloomberg sudah menghabiskan setidaknya US$ 31 juta untuk iklan televisi yang akan tayang di seluruh negara bagian selama dua minggu ke depan.

Bloomberg dinilai juga unggul dari calon Partai Demokrat lainnya lewat aksi advokasi dan filantropinya terkait perubahan iklim dan memerangi kekerasan senjata. Ia mengeluarkan jutaan dolar AS untuk kelompok-kelompok yang mendorong UU penggunaan senjata yang lebih ketat.

Bloomberg tercatat sebagai orang terkaya kedelapan AS versi Forbes dengan kekayaan US$ 53,4 miliar. Terkait pencalonannya sebagai presiden, Bloomberg diyakini beruntung karena mampu membiayai sendiri kampanye dengan menggelontor jutaan dolar AS untuk perekrutan tim.

Namun Bernie Sanders, rival Bloomberg, mengaku tak percaya seorang miliarder bakal mulus lolos dalam kontestasi di Partai Demokrat.  “Kami tidak percaya bahwa miliarder memiliki hak untuk membeli pemilihan. Itulah sebabnya, multi-miliarder seperti Michael Bloomberg tidak akan terlalu jauh (berlari) dalam pemilihan ini,” kata Sanders dalam cuitannya. (gdn)