Mahasiswi Unusa Jadi Delegasi Simulasi Sidang PBB

Desember 2, 2019

Sofi Azilan Aini (ketiga dari kiri). (humas Unusa)

Bali, PMP –  Sofi Azilan Aini, mahasiswi Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), ikut menjadi delegasi Asia World – Model United Nation (MUN) III di Nusa Dua Bali. MUN merupakan simulasi Sidang PBB bagi generasi muda dari seluruh dunia untuk mengasah kepemimpinan, negosiasi dan diplomasi.

“Tentunya bersyukur dan sangat bangga memperoleh kesempatan yang luar biasa.  Proses yang harus saya lalui lumayan panjang. Tidak semua orang mendapatkan kesempatan ini. Acaranya seru, dapat teman baru, panitianya juga helpfull,” kata Azet, panggilan Sofi Azilan Aini.

Peserta MUN III yang disebut delegasi, diseleksi dari berbagai belahan dunia.  Azet yang belajar di program studi (Prodi) S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) menjadi satu-satunya delegasi Unusa yang lolos.

Asia World MUN III merupakan simulasi Sidang PBB yang memberi kesempatan generasi muda dunia untuk memperluas jaringan pertemanan.  Tak hanya itu, melalui simulasi persidangan PBB, peserta bisa mengasah dan meningkatkan keterampilan dalam hal kepemimpinan, negosiasi dan diplomasi.

Azet sendiri mengaku mempersiapkan diri dengan matang, agar bisa lolos menjadi delegasi. Dia berharap, bakal ada mahasiswa Unusa lainnya yang mendapat kesempatan sama.

“Semoga teman-teman juga bisa mendapatkan kesempatan mengikuti MUN selanjutnya di Malaysia. Pasalnya, kegiatan  ini worth it banget dan sangat bermanfaat. Kita bisa seolah mengikuti Sidang PBB di salah satu Kantor PBB di Jenewa, Swiss,” katanya.

Sebelumnya, Azet pernah menjadi delegasi Indonesia untuk Asian Youth Environmental Forum di Thailand. Forum yang membahas manajemen sampah di Indonesia. Azet diundang selaku pendiri komunitas Nowaste Surabaya atau Network of Women Action to Save The Earth, sebuah komunitas yang fokus terhadap isu-isu lingkungan, khususnya persoalan sampah plastik.

Pada tahun ini, untuk pertama kalinya Indonesia jadi tuan rumah MUN. Konferensi MUN digelar di Nusa Dua Bali, pada 13-16 November 2019. Hari pertama upacara pembukaan, hari kedua inti simulasi sidang PBB, serta ditutup tour peserta ke berbagai tempat wisata di Bali. (hps)