Perempuan 44 Tahun Terkena Stroke Saat Hampir Orgasme

Desember 4, 2019

kikiandtea.com

Jakarta, PMP – Seorang perempuan (44) dilarikan ke Rumah Sakit Universitas Middlesex Barat di Isleworth, London, karena pingsan akibat stroke. Dia terserang stroke saat mendekati puncak orgasme ketika berhubungan badan. Apakah berhubungan badan rawan jadi penyebab stroke?

Tiga menit sesampai di rumah sakit, perempuan itu siuman. Dia mengaku merasa sakit kepala di bagian depan, yang dia nilai enam dari 10 pada skala rasa sakit. Hasil scan terhadap perempuan yang tak disebut namanya itu menunjukkan, telah terjadi pecahnya pembuluh darah di kepala.

Menurut dokter yang menanganinya pada Oktober 2019, penyebab pecahnya pembuluh darah yang dialami perempuan itu akibat perubahan tekanan darah selama hubungan badan.

Terkait kasus itu, dokter yang menangani menulis dalam jurnal medis sebagai berikut, “Pasien melaporkan mendekati orgasme saat menerima seks oral dari pasangannya, sebelum kehilangan kesadaran.”

Seks Picu Serangan Stroke?

Sebuah studi ilmiah mengungkapkan, peningkatan tekanan darah yang dialami saat berhubungan badan dapat berkontribusi pada pecahnya pembuluh darah.

Menurut para peneliti, detak jantung dan tekanan darah seseorang bakal lebih tinggi saat mendekati dan saat mencapai puncak orgasme. Jika seseorang memiliki pembuluh darah yang lemah seperti aneurisma, peningkatan tekanan darah dapat menyebabkan titik lemah ini pecah. Jika pembuluh darah yang lemah berada di tengkorak kepala, maka dapat terjadi serangan stroke.

Pada kasus perempuan tersebut, para dokter membenarkan bahwa aktivitas seksual telah menjadi penyebab pecahnya pembuluh darah karena meningkatnya tekanan darah.

Penelitian yang lebih intensif tentang kondisi pembuluh darah saat hubungan badan menunjukkan, selama aktivitas seksual tekanan darah dan detak jantung sangat mungkin meningkat saat mendekati orgasme dan saat orgasme.

Sementara untuk mengangani perempuan tadi, paramedis melakukan prosedur yang disebut endovascular coiling atau menyuntikkan logam ke dalam arteri yang menyebabkan pembekuan dan menghentikan pendarahan.

Setelah menghabiskan waktu dua minggu dirawat, perempuan tersebut diizinkan pulang. Pada catatan medis didapati fakta, bahwa dia merokok, sekali-sekali meminum minuman keras, dan menderita asma. Meskipun ketiganya tidak terkait langsung dengan stroke yang dialaminya. (gdn)