Setelah Medali Emas Ski Air SEA Games, Nur Alimah Targetkan Jadi Dokter

Desember 10, 2019

Nur Alimah Priambodo dan Tim Ski Air Indonesia saat seremoni penyerahan medali di ajang SEA Games Filipina 2019. (dok pribadi Nur Alimah Priambodo)

Surabaya, PMP – Nur Alimah Priambodo, mahasiswi semester 5 Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), menyabet medali emas cabang ski air SEA Games ke-30 Filipina. Pemilik IPK 3,68 itu menyabet emas untuk nomor cable ski mixed team.

Tim ski air Indonesia yang terdiri dari Nur Alimah Priambodo, Safira Widodo, Emilia Hampp, Muhammad Putu, Ade Hermana dan Dimas Suprihono, menyabet emas pada pertandingan yang digelar Minggu (8/12/2019).

Perolehan medali emas Nur Alimah dan tim telah menambah koleksi sementara medali emas Indonesia menjadi 63 medali. Pertandingan cabang ski air SEA Games Filipina diikuti lima negara, yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, serta Filipina.

“Alhamdulillah, mudah-mudahan saya tetap bisa berprestasi dan mengharumkan nama Indonesia dan juga UNUSA, di bidang olahraga,” kata Nur Alimah, di Filipina, Selasa (10/12/2019).

Nur Alimah Priambodo bangga sumbang emas buat Tim Merah Putih di ajang SEA Games Filipina 2019. (dok pribadi Nur Alimah Priambodo)

Nur Alimah mengaku bersyukur karena kerja kerasnya membuahkan medali emas buat Tim Merah Putih.Apalagi dua bulan terakhir saat harus latihan ketat di Jakarta dan Filipina, Nur Alimah harus meminta izin tidak mengikuti kuliah.

“Saya harus sanggup mengatur kegitan belajar mandiri melalui PPT dosen dan mereview secara mandiri di sela-sela latihan. Tentu juga atas bantuan teman-teman FK Unusa yang memfollow up materi kuliah dan info terbaru,” kata arek Suroboyo itu.

Nur Alimah menekuni dunia ski air sejak SD, mengikuti jejak keluarga yang berkecimpung di olahraga air tersebut. Perolehan medali emas SEA Games Filipina merupakan pencapaian tertinggi Nur Alimah sejauh ini. Putri pasangan Raharjo Priambodo dan Nuniek Nurdiaty itu sudah mengoleksi medali perak di ajang SEA Games Singapura (2015) dan SEA Games Malaysia (2017).

Nur Alimah sendiri mengaku sangat berterima kasih atas dukungan keluarga besar Unusa.

“Alhamdulillah, mulai dari rektorat, dosen pembimbing akademik, Kaprodi FK dan semua dekan, serta dosen-dosen lain sangat mendukung. Begitu pula dengan teman-teman di kampus,” ujarnya.

Meski mendapat dukungan penuh dari keluarga maupun kalangan kampus, Nur Alimah mengaku sempat stres. Dia merasa lelah fisik dan mental karena harus bisa membagi waktu antara kuliah dan latihan ski.

“Jujur saja tidak mudah. Bayangkan saja, jadwal perkuliahan yang sangat padat dan banyak ujian, serta ketatnya jadwal latihan. Saya sempat menguatkan diri untuk tetap berjuang. Saya bersyukur mendapat dukungan luar biasa dari kakak kandung dan orang tua,” katanya.

Nur Alimah Priambodo sedang beraksi. (dok pribadi Nur Alimah Priambodo)

Sementara itu, Dekan FK Unusa Dr dr Handayani MKes mengaku bangga anak didiknya sukses menyabet emas di SEA Games Filipina. Apalagi selama dua bulan terakhir, pihak FK Unusa telah berikhtiar agar Nur Alimah mendapat izin dari universitas. Tak hanya itu, Handayani juga berupaya keras memfasilitasi segala keperluan akademik Nur Alimah selama tak kuliah.

“Kami menyadari, Nur Alimah Priambodo perlu latihan ketat dalam waktu panjang agar bisa berprestasi terbaik di ajang berat seperti SEA Games. Sebab kami juga berharap bakat-bakat mahasiswa Unusa bisa mencapai puncak prestasinya, agar bisa mengharumkan nama Unusa dan Indonesia,” katanya.

Nur Alimah sendiri berharap kepada pimpinan Unusa agar terus mendukung penuh para mahasiswa yang berprestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik.

“Kini mudah-mudahan saya sukses berjuang dalam studi di FK Unusa.  Saya harus mampu berprestasi di bidang akademik dan menjadi dokter yang sesuai dengan visi misi Unusa menjadi manusia yang rahmatan lil alamin,” pungkasnya.(nas)