Omzet Capai Rp 460 M Tiga Bulan Terakhir, Crown Optimis Pasar Properti 2020

Januari 13, 2020

Sidney, PMP – Pengembang terkemuka Australia, Crown Group optimis pasar properti tahun 2020 mengalami peningkatan. Hal ini melihat tren kenaikan penjualan tiga bulan terakhir tahun 2019 yang mencapai Rp 460 miliar.

Direktur Penjualan Crown Group Prisca Edwards mengatakan, hasil penjualan Crown Grup telah menunjukkan kembalinya kepercayaan pasar properti Australia.  Pemotongan suku bunga Reserve Bank tahun ini dan dimulainya musim penjualan pada musim semi-musim panas yang kuat, secara tradisional mendorong dua pasar properti terbesar negara itu, yakni Sydney dan Melbourne kembali bergairah, begitu pula pertumbuhan positif di Brisbane.

Selama minggu kedua November 2019, pasar di Sydney mencatat tingkat pembukaan (lelang) awal sebesar 81% dan 664 penjualan.

Antrian pembeli dari musim dingin dan stok yang terbatas juga menyebabkan lonjakan harga di dua pasar properti terbesar Australia tersebut selama bulan Oktober, dengan nilai unit meningkat sebesar 1,85% dengan nilai median AUS$ 720.658 di Sydney dan 2,37% dengan nilai median AUS$ 558.254 di Melbourne.

Berdasarkan laporan CoreLogic Home Value Index, secara nasional nilai hunian tumbuh sebesar 1,2%, yang terjadi selama empat bulan berturut-turut sejak Juli 2019, dan kenaikan bulanan terbesar sejak Mei 2015.

Para ekonom memperkirakan, terbatasnya pasokan apartemen baru karena penurunan 20% pembangunan apartemen pada bulan Juli, serta tingkat suku bunga rendah, dapat memicu rebound harga hunian dalam beberapa bulan mendatang.

Ekonom Moody’s, Katrina Ell, meyakini bahwa koreksi harga hunian sebagian besar telah berlalu di sepanjang pantai timur.

Nilai apartemen di kota  Sydney diprediksi meningkat rata-rata 7,9% pada tahun 2020, diikuti oleh peningkatan sebesar 8,4% pada tahun 2021.

Laporan CoreLogic dan Moody’s juga memperkirakan pertumbuhan sebesar 7% pada tahun 2020 diikuti dengan peningkatan 7,8% pada tahun 2021 untuk Melbourne.

Laporan tesebut juga sesuai dengan perkiraan HSBC, bahwa pertumbuhan harga hunian sebesar satu digit pada tahun 2020 untuk Sydney dan Melbourne. Dan diperkuat laporan akhir tahun yang dibuat oleh Commonwealth Bank of Australia.

Commonwealth Bank of Australia memperkirakan, penurunan suku Bunga deposito sebesar 0,5% pada bulan Maret 2020, sementara tingkat hunian sewa di kota Sydney diprediksi di bawah 3%.

Sydney perlu mendorong kegiatan pembangunan hunian mendekati 35.000 unit. Jumlah tersebut  untuk memgimbangi  pertumbuhan penduduk yang terjadi dengan tingkat pembangunan saat Ini yang masih berkisar di angka 25.000 unit.

Lebih lanjut Commonwealth Bank of Australia juga menjelaskan beberapa kunci utama cerahnya prospek properti tahun 2020. Yakni, kondisi perekonomian dan pertumbuhan lapangan pekerjaan yang positif, tingginya pengeluaran pemerintah kota Sydney dalam hal infrastruktur transportasi yang mencapai Rp 460 triliun, semakin menurunnya utang usaha, serta kembalinya kepercayaan di sektor pasar hunian.

“Crown Group mengalami lonjakan kuat dalam penjualan selama tiga bulan terakhir dan kami berharap akan terus tumbuh secara eksponensial pada 2020,” kata Direktur Penjualan Crown Group Prisca Edwards dalam keterangan tertulisnya, Senin (13/1/2020).

Masih kata Prisca, pada bulan Agustus, perusahaan akan menjual proyek hunian di Sydney  senilai total Rp 192 miliar.  Kemudian pada September dan Oktober,  angka penjualan lebih dari Rp 110 miliar setiap bulannya.

“Kami melihat tahun yang sangat kuat di depan, ditandai dengan minat baru dari pembeli karena fundamental pasar yang solid: suku bunga rendah, pembangunan hunian yang lambat dan meningkatnya permintaan,” pungkasnya. (hps)